Iaitfdumai.ac.id – Dumai (12 November 2025), Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Salah satu dosennya, Robiyatul Adawiyah, S.E., M.E., berhasil meraih penghargaan Best Presenter Award pada ajang International Conference on Economics and Social Sciences (ICESS) 2025, yang berlangsung secara daring pada 11–12 November 2025 melalui platform Zoom Meeting.
Konferensi internasional ini mengusung tema besar “Resilience, Adaptability, and Sustainability: Integrating Islamic Economics, Social Sciences, and Digital Transformation for a Thriving Future”, serta diikuti oleh para akademisi dan peneliti dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Australia, Singapura, dan Bangladesh. Kegiatan ilmiah tersebut membahas beragam subtema strategis, mulai dari Economic and Sharia Economic, Accounting and Sharia Accounting, Finance and Islamic Finance, Marketing, Human Resources and Operation Production Management, Banking and Islamic Banking, Sustainability, Public Administration and Islamic Public Administration, Collaborative Governance, Digital Governance and Innovation, Community Resilience and Welfare, Green Economy Innovation, hingga Tech-Driven Tax Compliance.
Forum bergengsi ini menghadirkan enam pembicara utama dari berbagai negara, di antaranya Assoc. Prof. Dr. Mahyarni, SE., MM dan Assoc. Prof. Susnaningsih Muat, SE., MM., Ph.D. dari Indonesia; Dr. Rudolf Messner dari Australia; Assoc. Prof. Dr. Hairol Anuar Bin Hj. Mak Din dari Malaysia; Assoc. Prof. Abu Saad Md. Masnun Al Mahi, Ph.D. dari Bangladesh; serta Asst. Prof. Dr. Muhammad Roflee Waehama dari Thailand.
Dalam forum ilmiah tersebut, Robiyatul Adawiyah mempresentasikan penelitian berjudul “The Influence of Malay Cultural Values, Economic Development, and Human Resource Quality on the Happiness of Communities Living on the Coast of the Malacca Strait.” Penelitian ini menarik perhatian para peserta dan reviewer karena mengupas secara mendalam hubungan antara nilai budaya Melayu, pembangunan ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia terhadap tingkat kebahagiaan masyarakat pesisir Selat Malaka, kawasan yang memiliki peranan penting dalam dinamika ekonomi dan sosial Asia Tenggara.
Kedalaman analisis, ketajaman argumentasi, serta relevansi isu yang diangkat menjadikan presentasi dosen IAITF Dumai tersebut mendapat apresiasi tinggi. Pada sesi penilaian akhir, ia berhasil meraih Best Presenter Award, mengungguli sejumlah peserta lain dari berbagai universitas ternama nasional dan internasional.
Pencapaian ini menjadi bukti konkret komitmen IAITF Dumai dalam menyiapkan sumber daya akademik yang tidak hanya berdaya saing lokal, tetapi juga mampu berkontribusi dalam percakapan ilmiah global. “Prestasi ini menunjukkan bahwa riset berbasis nilai budaya lokal seperti budaya Melayu memiliki daya jelajah internasional ketika dikemas secara ilmiah dan kontekstual,” ungkap Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. (K.R.H.) Dwijobarotodipuro M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., usai kegiatan.
Konferensi ICESS 2025 sendiri diselenggarakan oleh UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau sebagai bagian dari agenda internasionalisasi riset dan penguatan jejaring akademik lintas negara. Melalui partisipasi dan capaian ini, IAITF Dumai kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dengan spirit Islamic scholarship dan semangat kolaborasi global untuk kemajuan peradaban.
