Iaitfdumai.ac.id – MELAKA — Setelah berlayar dari Pelabuhan Internasional Dumai menggunakan kapal feri Indomal pada pukul 09.00 WIB, sebanyak 62 mahasiswa dan dosen dari IAITF Dumai, STIA Lancang Kuning Dumai, dan STAI Ar-Ridha Rohil akhirnya tiba dengan selamat di Malacca International Ferry Terminal, Rabu (23/7/2025) sekitar pukul 12.30 waktu Malaysia. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Dr. Dziauddin, perwakilan dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, yang menyambut kedatangan rombongan KKN KIPSM yang akan menuju Kompleks Al-Khawarizmi, Tanjung Bidara.


Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung menikmati makan siang bersama, melakukan check-in di penginapan, serta melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar. Aktivitas berlanjut pada pukul 17.00 waktu setempat dengan sesi khusus bertajuk “Praktikal Aplikasi Falak Syarie dalam Ibadah”, yang disampaikan langsung oleh pakar falak Malaysia, Dr. Radzuan bin Nordin, anggota Jawatankuasa Melihat Anak Bulan Negeri Melaka.


Dalam sesi ini, mahasiswa mendapat wawasan penting tentang ilmu astronomi yang dikenal di Malaysia sebagai falak syarie, sebuah disiplin ilmu yang sangat erat kaitannya dengan praktik ibadah sehari-hari umat Islam seperti penentuan waktu salat, penetapan awal Ramadhan, hari raya Idul Fitri, Idul Adha, serta perhitungan zakat haul. Mahasiswa juga diperkenalkan pada dua lokasi unik yang tidak memerlukan kiblat dalam pelaksanaan salat, yakni Kakbah dan anti void di Samudera Pasifik Selatan, yaitu Pulau Tematagi.


Pembahasan semakin menarik ketika Dr. Radzuan menjelaskan secara rinci berbagai metode tradisional dan modern dalam menentukan arah kiblat, menggunakan bayangan matahari, geometri sferis, hingga penggunaan teknologi terkini. Sesi praktikal ini pun berpuncak dengan pengamatan langsung fenomena sunset dari balai cerap, lokasi pengamatan astronomi Islam yang terkenal di Melaka.

Hj. Lestary Fitriany, M.E., Ketua Sistem Pengawasan Internal (SPI) IAITF Dumai yang turut mendampingi mahasiswa dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta selama sesi berlangsung. Ia mengatakan, “Melihat mahasiswa begitu bersemangat memahami hubungan antara ilmu astronomi dan ritual ibadah sehari-hari, kami optimistis mereka akan pulang membawa pemahaman yang lebih matang dan mendalam. Ini sangat penting untuk pengembangan wawasan keilmuan dan spiritualitas mahasiswa.”




Program internasional KKN-KIPSM yang ditaja oleh Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) ini berlangsung di Melaka hingga 31 Juli 2025. Setelahnya, mahasiswa akan kembali ke kampus masing-masing di Dumai dan Rokan Hilir untuk menyelesaikan masa pengabdian, studi lanjutan, serta laporan akademik, hingga total masa pengabdian selama 40 hari terpenuhi.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap khazanah Islam pesisir, mempererat hubungan intelektual antarbangsa, sekaligus menyiapkan mereka menjadi pelestari nilai-nilai sejarah dan peradaban Islam di masa depan.
