62 Mahasiswa dan Dosen dari Tiga Kampus Bertolak ke Melaka, KKN-KIPSM 2025 Angkat Khazanah Islam Pesisir

Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Sebanyak 62 mahasiswa dan dosen dari tiga kampus di Riau, yakni Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF), STIA Lancang Kuning Dumai, dan STAI Ar-Ridho Rohil, resmi diberangkatkan ke Melaka, Malaysia, dalam program Kuliah Kerja Nyata–Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN-KIPSM), Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini ditaja oleh Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) sebagai bentuk kolaborasi internasional untuk memperdalam kajian tentang sejarah Islam di kawasan pesisir.

Keberangkatan mahasiswa melalui Pelabuhan Internasional Dumai menggunakan kapal feri Indomal Fast Ferry sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan tiba dengan lancar di Pelabuhan Melaka (Malacca International Ferry Terminal) sekitar pukul 12.30 waktu Malaysia setelah perjalanan yang menyenangkan selama kurang lebih dua jam. Setibanya di Melaka, para mahasiswa langsung menuju Kompleks Al-Khawarizmi, Tanjung Bidara, lokasi utama pelaksanaan KKN internasional kali ini.

Menurut agenda yang telah ditetapkan, program KKN-KIPSM tahun ini dimulai secara resmi pada 21 Juli 2025, dengan masa pengabdian selama total 40 hari. Mahasiswa akan berada di Malaysia dari tanggal 23 hingga 31 Juli untuk melakukan observasi dan kajian langsung terkait peradaban Islam pesisir di Melaka. Setelah kembali dari Malaysia, mahasiswa akan melanjutkan sisa masa pengabdian di kampus masing-masing, dengan melakukan penelitian dan penyusunan laporan secara mendalam.

Kunjungan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dipimpin langsung Ketua Yayasan IAITF Dumai, H Hambali didampingi Rektor IAITF Dumai, Assoc Prof Dr HM Rizal Akbar M.Phil dan sejumlah dosen serta 62 orang mahasiswa. Ketua Yayasan IAITF Dumai, H Hambali dalam sambutannya mengatakan program kunjungan ke beberapa tempat di Melaka dan Syah Alam, Malaysia adalah dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dan memberikan wawasan visi dan misi IAITF Dumai sebagai kampus terdepan di pesisir Selat Melaka.

Di kutip dari laman BUALNEWS.COM Kegiatan apa saja dilakukan, H Hambali juga menjelaskan hari ini, Rabu dan selama 2 hari sejak kemarin, Selasa mahasiswa belajar tentang ilmu falak yang paling sederhana adalah belajar tentang bagaimana menentukan arah kiblat baik menggunakan secara tradisional maupun modern. “Paling takjub melalui teropong bintang melihat dan mengenal alam semesta pada saat matahari terbit dan malam hari bisa mengenal semua rasi bintang dengan jarak ribuan tahun cahaya. Semoga menambah keimanan kita dan ilmu Allah SWT sangat luas,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal PIPSM, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali khazanah Islam pesisir yang selama ini kurang mendapat perhatian. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya studi lapangan, tetapi juga wujud tanggung jawab akademik untuk melestarikan kekayaan intelektual Islam di kawasan pesisir Selat Melaka.

Melalui KKN-KIPSM ini, kita ingin mahasiswa menjadi agen-agen intelektual yang dapat mempererat hubungan akademik antara Indonesia-Malaysia, sekaligus mampu menghidupkan kembali khazanah sejarah Islam di kawasan pesisir, khususnya di Melaka. Ini penting, agar generasi muda tak sekadar memahami sejarah, tetapi juga turut melestarikannya,” jelas Rizal.

Rizal juga menambahkan bahwa kajian tentang Islam pesisir ini masih sangat terbuka untuk didalami, terutama terkait peradaban Islam di Melaka dan sekitarnya, yang merupakan “tanah terjanjikan” penuh dengan jejak sejarah perdagangan, dakwah, dan kebudayaan Islam.

Keberangkatan KKN-KIPSM ini berlangsung penuh semangat dan lancir. Mahasiswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak di pelabuhan hingga tiba di Melaka. Dengan kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu membawa pulang ilmu, wawasan, dan semangat kolaborasi yang tinggi antarnegara dan antarkampus.

Written by