Shalat Maghrib di Balai Cerap, Mahasiswa KKN-KIPSM 2025 Saksikan Indahnya Bintang di Langit Melaka

MELAKA — Rangkaian kegiatan hari pertama Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN-KIPSM) yang ditaja oleh Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) terus berlanjut dengan berbagai pengalaman edukasi unik yang tak terlupakan. Setelah mengikuti sesi pertama bersama Dr. Radzuan bin Nordin tentang ilmu falak syarie, mahasiswa dan dosen melaksanakan shalat Maghrib berjamaah langsung di area Balai Cerap, ditemani pemandangan sunset menakjubkan yang perlahan tenggelam di balik cakrawala Selat Melaka.

Usai menikmati suasana penuh khidmat tersebut, peserta langsung menuju lokasi makan malam bersama, menjalin keakraban antar mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yaitu IAITF Dumai, STIA Lancang Kuning Dumai, dan STAI Ar-Ridha Rohil. Suasana kebersamaan yang hangat semakin terasa dalam sesi makan malam tersebut.

Kegiatan malam dilanjutkan dengan Slot Kedua bertajuk “Kaedah Penetapan Awal Bulan Islam di Malaysia” oleh Nor Nazmi bin Razali, Pegawai Sains Bahagian Falak Syarie, Jabatan Mufti Negeri Melaka. Dalam pemaparannya, Nor Nazmi menjelaskan secara terperinci bagaimana otoritas di Malaysia menentukan awal bulan Islam, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Mahasiswa mendapat wawasan tentang berbagai metode rukyat (pengamatan langsung hilal) dan hisab (perhitungan astronomi), serta pendekatan yang digunakan secara ilmiah dan syariah.

Sesi yang paling dinantikan malam itu adalah cerapan langit malam. Para mahasiswa diberi kesempatan mengamati secara langsung keindahan bintang dan benda langit menggunakan teleskop khusus di area balai cerap. Melalui teropong astronomi ini, mahasiswa dengan penuh antusias belajar tentang rasi bintang dan fenomena astronomi yang menakjubkan. Mereka dibuat kagum dengan penjelasan tentang bagaimana cahaya dari bintang-bintang yang mereka lihat pada malam itu sejatinya merupakan sinar yang telah menempuh perjalanan selama ratusan bahkan ribuan tahun sebelum akhirnya sampai ke mata manusia.

Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa tentang betapa luasnya ciptaan Allah, sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual dan intelektual yang mendalam mengenai hubungan antara sains dan agama.

Menurut H. Hambali, S.HI Ketua Yayasan Tafaqquh Fiddin yang turut mendampingi kegiatan ini, sesi malam ini memberikan sentuhan spiritual dan ilmiah yang istimewa. “Mengamati bintang malam ini tidak hanya tentang ilmu falak semata, tapi juga tentang menyadari kebesaran Allah yang menciptakan alam semesta dengan begitu sempurna. Ini benar-benar menjadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi mahasiswa,” ujarnya penuh antusias.

Dengan rangkaian kegiatan yang begitu padat makna, KKN-KIPSM 2025 di Melaka ini diharapkan menjadi momentum penting yang membentuk karakter akademik, spiritual, serta wawasan kebangsaan dan internasional para mahasiswa peserta.

Written by