Iaitfdumai.ac.id – DUMAI – Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., memimpin Rapat Pengurus IAITF Dumai yang membahas sejumlah agenda strategis institusi, mulai dari evaluasi dan skema terbaru Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), persiapan akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga persiapan Wisuda ke-XVII dan berbagai agenda akademik serta kelembagaan yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan di Ruang Seminar IAITF Dumai pada Jumat (21/08) 2026.
Rapat yang berlangsung jam 09.00 pagi di lingkungan IAITF Dumai tersebut diikuti unsur pengurus, pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan. Pertemuan berlangsung secara kondusif dan aktif hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB, dengan pembahasan yang diarahkan pada kesiapan institusi menghadapi berbagai agenda penting semester berikutnya.
Dalam pembahasan pertama, pimpinan dan pengurus mengevaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, termasuk skema terbaru yang akan diterapkan IAITF Dumai. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi keislaman, khususnya masyarakat di kawasan luar Kota Dumai.
Skema pemerataan pendidikan tinggi tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di IAITF Dumai. Dalam materi promosi PMB, IAITF Dumai menawarkan sejumlah program studi pada Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi Islam, dan Fakultas Syariah dengan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebijakan institusi.
Pembahasan berikutnya difokuskan pada persiapan akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ditargetkan untuk segera disubmit pada Agustus 2026. Rapat membahas kesiapan berbagai dokumen akreditasi, termasuk borang, LKPS (Laporan Kinerja Program Studi), serta dokumen pendukung lainnya yang menjadi bagian penting dalam proses pengajuan akreditasi.

Kesiapan akreditasi menjadi perhatian penting karena tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administratif, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan tata kelola, mutu pembelajaran, sumber daya manusia, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta capaian program studi terdokumentasi secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain PMB dan akreditasi, rapat juga membahas persiapan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang direncanakan berlangsung pada 23 Agustus 2026 atau Selasa malam Rabu. Kegiatan tersebut ditargetkan menghadirkan sekitar 500 tamu undangan dan akan diisi dengan pembacaan shalawat, Barzanji, serta rangkaian kegiatan keagamaan lainnya.
Pembahasan kemudian berlanjut pada agenda Wisuda ke-XVII IAITF Dumai, termasuk persiapan teknis dan kelembagaan yang perlu dilakukan agar pelaksanaan wisuda dapat berjalan tertib dan maksimal.
Rapat juga menyinggung sejumlah agenda besar institusi lainnya, di antaranya Hari Santri, International Conference Perhimpunan Ilmuan Pesisir Selat Melaka (PIPSM), serta rencana pemberian anugerah yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari upaya IAITF Dumai memperkuat peran institusi dalam pengembangan pendidikan Islam sekaligus memperluas jejaring akademik di kawasan Pesisir Selat Melaka.
Dalam arahannya, Rektor IAITF Dumai menekankan pentingnya seluruh unsur institusi bekerja secara terkoordinasi. Setiap agenda, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia tertentu, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.

Rapat tersebut turut dihadiri Dr. Windayani, M.Pd.; Hj. Lestary Fitriany, M.E.; Dr. Dawami, S.Sos., M.I.Kom.; Muhammad Farid Firdaus, M.H.; Dr. Susiana, M.A.; Dr. Neneng Desi Susanti, S.H.I., M.Sy.; Khairul Azmi, M.E.; Dr. Wiwid Hadi Sumitro, M.Pd.; Kasnan, M.H; Tengku Mahesa Khalid, M.M.; Indah Zalina, M.E.; Robiatul Adawiyah, M.E; Eka Sukmawati, M.Ag.: Tuti Syafrianti, M.Pd.; Nini Nursima; Meldian; Shazrima; Nur Hafizah; Meisyaraswati; dan Kesi Dwita Sari .
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa agenda pengembangan institusi dilaksanakan melalui koordinasi lintas unit, sehingga setiap bidang dapat memberikan kontribusi sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Melalui rapat ini, IAITF Dumai terus memperkuat konsolidasi internal dalam menghadapi agenda akademik, keagamaan, kemahasiswaan, maupun kerja sama internasional. Seluruh kegiatan diharapkan dapat terlaksana dengan baik, memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat, serta senantiasa mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT.
Nini Nursima
