Iaitfdumai.ac.id – DUMAI β Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai memberikan pembekalan wawasan akademik dan kebangsaan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Jumat, 25 September 2026, di Aula IAITF Dumai. Materi disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) IAITF Dumai, Dr. (Cand.) Dawami, S.Sos., M.I.Kom., mewakili Wakil Rektor IAITF Dumai, dengan Nurul Asikin sebagai moderator.
Dalam pembekalan tersebut, Dawami mengajak mahasiswa baru untuk mengenal perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat mengikuti perkuliahan, tetapi sebagai lingkungan akademik tempat membangun pengetahuan, karakter, tanggung jawab, serta cara pandang sebagai mahasiswa. Pengenalan terhadap identitas dan arah pengembangan institusi menjadi penting agar mahasiswa memahami lingkungan akademik yang akan menjadi ruang belajarnya selama menempuh pendidikan.
Mahasiswa diperkenalkan pada visi IAITF Dumai, yakni menjadi institusi unggul dalam pengembangan khazanah Islam dan budaya Melayu Pesisir Selat Melaka yang berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan nilai-nilai wasathiyah pada tataran masyarakat global. Visi tersebut menjadi arah bagi pengembangan pendidikan dan kehidupan akademik di lingkungan IAITF Dumai. Wawasan Akademik
Arah tersebut dijabarkan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam yang bermutu dan relevan dengan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan tata kelola dan sistem penjaminan mutu, serta pengembangan jejaring kerja sama nasional dan regional Selat Melaka. Mahasiswa baru dengan demikian diperkenalkan sejak awal pada pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kehidupan kelembagaan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam perguruan tinggi. Wawasan Akademik.



Dalam membangun karakter kehidupan kampus, mahasiswa juga diperkenalkan pada tata nilai TAFIDU, yaitu Tangguh, Agamis, Filosofis, Integritas, Dedikasi, dan Unggul. Nilai tersebut menempatkan ketangguhan, landasan keislaman, kedalaman berpikir, kejujuran, pengabdian, dan orientasi terhadap kualitas sebagai bagian dari karakter yang dikembangkan dalam lingkungan akademik IAITF Dumai. Wawasan Akademik
Dawami turut menjelaskan perjalanan kelembagaan IAITF Dumai agar mahasiswa memahami institusi tempat mereka menempuh pendidikan. IAITF Dumai berawal dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tafaqquh Fiddin Dumai yang telah berdiri sejak 1999. Dalam perkembangannya, STAI Tafaqquh Fiddin resmi beralih status menjadi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6266 tanggal 5 November 2014. Wawasan Akademik
Selain mengenal sejarah dan identitas institusi, mahasiswa baru diperkenalkan pada sistem akademik yang akan mereka jalani. Proses pendidikan mencakup kegiatan perkuliahan, Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), tugas mandiri dan terstruktur, hingga tahapan akhir seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, seminar proposal, dan ujian skripsi. Pengenalan ini menjadi penting agar mahasiswa sejak awal memahami bahwa keberhasilan studi membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab akademik yang dijalankan secara bertahap. Wawasan Akademik
Pembekalan juga menyentuh perkembangan layanan akademik berbasis digital di IAITF Dumai. Mahasiswa diperkenalkan pada sejumlah layanan daring yang digunakan dalam proses akademik dan akses informasi kampus. Kehadiran sistem digital tersebut menuntut mahasiswa untuk semakin mandiri dalam mengelola kebutuhan akademiknya sekaligus bertanggung jawab terhadap data dan proses administrasi selama menjalani pendidikan. Wawasan Akademik
Dalam konteks wawasan kebangsaan, mahasiswa diarahkan untuk melihat pendidikan tinggi sebagai ruang pembentukan tanggung jawab yang lebih luas. Identitas keislaman dan kemelayuan yang menjadi karakter IAITF Dumai perlu tumbuh bersama sikap terbuka, moderat, berintegritas, serta kemampuan hidup di tengah keberagaman masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tata nilai institusi yang menempatkan Islam sebagai landasan perilaku dan pengembangan pengetahuan dengan tetap mengamalkan moderasi dalam beragama. Wawasan Akademik
Mahasiswa juga diperkenalkan pada orientasi IAITF Dumai dalam membangun jejaring nasional dan regional Selat Melaka. Pengembangan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik dan mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan keilmuan yang lebih luas, tanpa meninggalkan khazanah Islam dan budaya Melayu Pesisir Selat Melaka sebagai salah satu karakter pengembangan institusi. Wawasan Akademik
Melalui pembekalan ini, PBAK 2026 menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memahami identitas institusi, budaya akademik, sistem pendidikan, tata nilai, dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari civitas akademika IAITF Dumai. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan secara disiplin, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta mampu mengembangkan keilmuan dengan tetap berpijak pada nilai keislaman dan kemelayuan.
Penulis: Nini Nursima, M.Pd.
Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, IAITF Dumai
