Iaitfdumai.ac.id – Shah Alam, Malaysia β Jumβat (24/7/2026), Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai sekaligus Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ilmuan Pesisir Selat Melaka (PIPSM), Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, M.Phil., tampil sebagai keynote speaker dalam International Seminar on Ummah Collaboration bertema βCollaboration Brings Barakah to the Ummahβ yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ilmuan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) bekerja dengan Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia.






Rombongan IAITF Dumai bertolak dari Hotel Tun Fatimah Melaka sejak pukul 07.00 waktu Malaysia. Dalam perjalanan menuju Shah Alam, peserta terlebih dahulu singgah di kawasan rehat (rest area), kemudian bersilaturahmi ke kediaman Prof. Dr. Noriah Mohamed dan Prof. Dr. Ghazali Basri sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampus UiTM Shah Alam. Tepat pukul 16.30 waktu Malaysia rombongan tiba di lokasi seminar dan disambut hangat oleh Dekan ACIS UiTM Shah Alam, Prof. Dr. Salahudin Suyurno beserta jajaran pimpinan fakultas.








Seminar dipandu oleh Dr. Mizan selaku moderator. Sambutan pembuka disampaikan oleh Timbalan Dekan Hal Ehwal Akademik ACIS UiTM, Prof. Madya Dr. Mohd Syahiran Abdul Latif, yang menegaskan bahwa seminar ini bertujuan memperkukuh ukhuwah ilmiah, melahirkan individu berilmu, serta memperluas jaringan kolaborasi akademik antara Malaysia dan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, M.Phil. mempresentasikan sebuah paradigma baru bertajuk Akbar Falah Trajectory (AFT) Model: Paradigma Baru Kehidupan Muslim β Integrasi Spiritualitas, Perilaku Ekonomi, dan Outcome Falah.
Berbeda dengan pendekatan ekonomi Islam yang selama ini banyak dijelaskan secara konseptual dan kualitatif, AFT Model menawarkan sebuah formulasi matematis yang mengintegrasikan dimensi keimanan, perilaku ekonomi, perjalanan waktu kehidupan, hingga outcome akhirat ke dalam satu model analitis. Model tersebut memosisikan keputusan ekonomi seorang muslim bukan hanya dipengaruhi oleh utilitas material, tetapi juga utilitas ukhrawi yang terukur dalam sebuah persamaan.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa ekonomi modern hanya mampu menerangkan perilaku konsumsi, produksi, investasi, dan kesejahteraan material. Namun berbagai fenomena khas umat Islam, seperti zakat, sedekah, wakaf, meninggalkan riba, bahkan rela mengorbankan keuntungan materi demi nilai ibadah, belum mampu dijelaskan secara utuh melalui teori ekonomi konvensional.
Melalui AFT Model, dimensi kehidupan diperluas menjadi tiga tingkat waktu, yaitu kehidupan dunia, batas eskatologis berupa kematian, serta kehidupan akhirat yang bersifat abadi. Dari pendekatan tersebut lahir konsep dual-domain utility, yakni keseimbangan antara utilitas duniawi dan utilitas ukhrawi yang menentukan arah perjalanan spiritual seorang muslim menuju falah.
Beliau juga memperkenalkan peta navigasi empat kuadran perjalanan hidup muslim, mulai dari kuadran takwa, lalai, ingkar hingga neraka, yang menggambarkan hubungan antara kualitas iman, perilaku ekonomi, amal, serta konsekuensi akhirnya. Dengan demikian, konsep falah tidak lagi dipahami sebagai gagasan normatif semata, tetapi dapat dimodelkan secara sistematis sebagai lintasan keputusan manusia sepanjang kehidupannya.
βAFT Model merupakan ikhtiar untuk membawa Islamisasi ilmu ke tahap yang lebih maju. Jika selama ini hubungan antara iman, amal, ekonomi, dan akhirat lebih banyak dijelaskan secara naratif, maka melalui pendekatan matematis hubungan tersebut dapat dipetakan, dianalisis, bahkan dikembangkan menjadi model ilmiah yang lebih komprehensif,β jelasnya.
Beliau juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Islam seharusnya tidak berhenti pada indikator pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material, melainkan harus mengarah pada pembangunan peradaban makro-spiritual yang menjadikan falah sebagai tujuan akhir kehidupan manusia.
Pemaparan keynote speaker mendapat perhatian serius dari para akademisi ACIS UiTM Shah Alam. Seminar kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. Salahudin Suyurno mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi yang tetap berlandaskan konsep keberkahan (barakah) sebagai nilai utama pengembangan teknologi.
Turut hadir dalam seminar tersebut Prof. Dr. Salahudin Suyurno (Dekan ACIS UiTM Shah Alam), Prof. Madya Dr. Mohd Syahiran Abdul Latif (Timbalan Dekan Hal Ehwal Akademik), Ustaz Hj. Zawawi Temyati (Timbalan Dekan Hal Ehwal Pelajar), Dr. Mohd Sirajuddin Siswadi Putera Mohamed Shith (Timbalan Dekan Penyelidikan dan Jaringan Industri), Ketua Yayasan Tafaqquh Fiddin Dumai H. Hambali, S.Sy., Ketua SPI IAITF Dumai Hj. Lestary Fitriany, M.E., Direktur Pascasarjana sekaligus Ketua LPM Dr. (Cand.) Dawami, S.Sos., M.I.Kom., Ketua LP2M Muhammad Farid Firdaus, M.H., Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Deni Suryanto, M.Pd., Dr. Wiwid Hadi Sumitro, S.Pd.I., M.Pd., Kasnan, S.H., M.H., Lutfia Putri, M.H., serta dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa IAITF Dumai.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat, pertukaran cendera mata antar institusi, serta foto bersama sebagai simbol semakin eratnya kolaborasi akademik antara IAITF Dumai, PIPSM, dan Universiti Teknologi MARA Malaysia.
