Wakil Rektor IAITF Dumai Jadi Narasumber Internasional pada Collaborative Teaching UiTM Malaysia

Iaitfdumai.ac.id – DUMAI – Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Wakil Rektor IAITF Dumai, Dr. Windayani, M.Pd., dipercaya menjadi narasumber utama dalam kegiatan Collaborative Teaching yang diselenggarakan oleh Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pahang, Malaysia, pada Senin (22/06/2026). Kegiatan ini memperkuat posisi IAITF sebagai kampus terdepan dipesisir Selat Melaka.

Kegiatan akademik yang dilaksanakan secara daring tersebut mengangkat tema “Cabaran Sekularisme dan Ideologi Semasa terhadap Kehidupan Beragama” dan diikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri atas para pensyarah, mahasiswa, serta sivitas akademika Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pahang, Malaysia dan IAITF Dumai.

Dalam pemaparannya, Dr. Windayani, M.Pd., mengulas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda Muslim di era globalisasi dan revolusi digital, terutama berkaitan dengan pengaruh sekularisme, materialisme, individualisme, hedonisme, serta fenomena post-truth yang semakin berkembang melalui media sosial dan platform digital. Beliau menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keislaman, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran moral agar generasi muda mampu menyaring berbagai ideologi dan budaya yang masuk tanpa kehilangan identitas keagamaan dan jati dirinya sebagai Muslim.

Menurut Dr. Windayani, perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi membawa banyak manfaat bagi kemajuan peradaban. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terhadap cara pandang masyarakat dalam memahami agama, nilai kehidupan, dan identitas diri.

“Pendidikan Islam harus mampu menghadirkan agama sebagai sumber nilai yang membimbing manusia dalam menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, kebebasan, dan kekuasaan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai pendekatan dalam menghadapi berbagai perubahan sosial dan ideologi kontemporer. Menurutnya, moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan, melainkan menjalankan agama secara seimbang, adil, dan penuh hikmah dalam kehidupan bermasyarakat.

Forum akademik internasional tersebut turut menghadirkan sejumlah akademisi ACIS UiTM, di antaranya Dr. Nasir, Dr. Ramlan, Dr. Azrol, Ustaz Hafis, Ustazah Norma, serta dimoderatori oleh Ustazah Nurul Hidayah binti Che Hassan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membahas berbagai persoalan aktual terkait kehidupan beragama di tengah perkembangan dunia modern.

Sementara itu, Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada IAITF Dumai melalui keterlibatan Dr. Windayani sebagai narasumber dalam forum akademik internasional tersebut.

“Kami merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu pimpinan IAITF Dumai untuk berbagi gagasan dan pengalaman akademik pada forum internasional. Ini menunjukkan bahwa sumber daya akademik yang dimiliki IAITF mampu berkontribusi dalam percakapan keilmuan lintas negara, khususnya dalam bidang pendidikan Islam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi IAITF Dumai untuk memperluas jejaring kerja sama internasional dan meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan perkuliahan bersama, tetapi dapat berkembang ke arah kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, serta pengembangan program-program pendidikan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. IAITF Dumai berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam yang moderat, unggul, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Partisipasi Dr. Windayani dalam kegiatan Collaborative Teaching UiTM Malaysia menjadi bukti nyata eksistensi IAITF Dumai dalam memperkuat diplomasi akademik Indonesia–Malaysia serta memperluas kontribusi pemikiran Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Nini Nursima

Written by