Program Inbound Internasional IAITF–UiTM: Mahasiswa IAITF Dumai Raih Penghargaan Busana Budaya Melayu 2025

Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Rangkaian International Inbound Program IAITF DumaiUniversiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka 2025 semakin semarak dengan digelarnya Lomba Busana Melayu Terbaik bertepatan dengan Bazar Cita Rasa Budaya Melayu Riau, Minggu (23/11/2025) pukul 10.00 WIB di Kampus Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai. Ajang ini menghadirkan puluhan peserta dari berbagai program studi IAITF Dumai serta perwakilan mahasiswa inbound UiTM Melaka yang turut menunjukkan keragaman busana tradisional Melayu.Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa IAITF Dumai berhasil mengukir prestasi gemilang. Dasmila, mahasiswi kelas PAI 3 Malam, ditetapkan sebagai Pemenang Busana Melayu Terbaik Kategori Wanita, sementara Johan Ardiansyah, mahasiswa kelas PAI 3 Pagi, meraih Busana Melayu Terbaik Kategori Pria. Keduanya dinilai unggul dalam menampilkan harmonisasi antara ketepatan pakem busana Melayu, estetika modern, serta kepercayaan diri dalam mengekspresikan nilai kultural di panggung akademik internasional.Dewan juri yang terdiri dari Syahrul Afandi, tokoh budayawan dan seniman Dumai, bersama perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Dumai, menilai peserta berdasarkan kesesuaian dengan pakem adat Melayu, detail aksesori, tata rias, kekompakan warna, serta kemampuan menampilkan karakter busana sebagai simbol adab dan identitas Melayu. Penilaian tersebut memastikan bahwa lomba bukan sekadar pertunjukan estetika, tetapi juga ruang edukasi dalam memahami filosofi berpakaian Melayu yang menjunjung nilai sopan santun dan kemuliaan akhlak.Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa lomba busana merupakan bagian penting dalam upaya pelestarian budaya Melayu yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi.

Busana Melayu bukan sekadar pakaian, tetapi identitas peradaban yang sarat nilai adab, kesantunan, dan keislaman. Prestasi mahasiswa IAITF menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi pewaris sekaligus duta budaya di tingkat internasional,” ungkapnya.Sementara itu, Prof. Madya Dr. Mohd Faizal P. Rameli, Ketua IPSF UiTM Melaka, menilai tampilnya mahasiswa IAITF Dumai dalam ajang ini sebagai wujud nyata diplomasi budaya generasi akademik Indonesia–Malaysia. Menurutnya, panggung busana Melayu dalam ruang akademik lintas negara memperlihatkan bahwa khazanah budaya Melayu merupakan identitas bersama bangsa serumpun yang terus hidup dan berkembang.

Kegiatan ini mempertemukan bukan hanya mahasiswa, tetapi juga nilai budaya serantau. Busana menjadi media dialog budaya yang elegan antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.Keberhasilan Dasmila dan Johan Ardiansyah sebagai peraih gelar Busana Melayu Terbaik 2025 menegaskan kontribusi mahasiswa IAITF Dumai dalam menyemarakkan diplomasi budaya Melayu pesisir Selat Melaka melalui pendekatan edukatif dan estetika. Ajang ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pewarisan budaya, di mana generasi muda tidak hanya mempelajari tradisi di ruang kelas, tetapi menghidupkannya langsung dalam panggung pergaulan internasional akademik.

 

Written by