Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Agenda akademik dalam rangkaian Program Inbound Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai–Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka diperkuat melalui pelaksanaan Collaborative Teaching yang berlangsung sehari penuh di Ruang Seminar IAITF Dumai (24/11), dengan dua sesi perkuliahan pada pukul 09.00–12.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu inti internasionalisasi pembelajaran yang menghadirkan dosen lintas negara secara langsung dalam proses perkuliahan bersama mahasiswa.


Pada sesi pagi, perkuliahan internasional dibuka dengan mata kuliah Islamic Accounting yang disampaikan oleh Dr. Norajila Che Man, dosen dari UiTM Melaka. Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai praktik akuntansi Islam dalam konteks global, sekaligus perbandingan penerapannya di Malaysia dan Indonesia. Sesi berikutnya dilanjutkan dengan mata kuliah Ekonomi Islam yang dibawakan oleh Norizah Mohamed @ Haji Daud, juga dari UiTM Melaka, yang mengulas dinamika ekonomi Islam kontemporer serta tantangan pengembangannya di kawasan Asia Tenggara.

Masih pada sesi pagi, perkuliahan dilanjutkan oleh Dr. Windayani, M.Pd, dosen IAITF Dumai, melalui mata kuliah Pendidikan Islam Pesisir Selat Melaka. Materi ini menyoroti identitas dan peran pendidikan Islam di wilayah pesisir Selat Melaka sebagai koridor peradaban, perdagangan, dan pertukaran ilmu sejak masa lampau hingga era modern. Mahasiswa terlihat aktif berdiskusi dan mengaitkan materi dengan konteks sosial dan budaya lokal.

Setelah jeda siang, kegiatan collaborative teaching kembali dilanjutkan pada sesi sore. Dr. (Cand.) Neneng Des Susanti, M.Sy, dosen IAITF Dumai, menyampaikan perkuliahan Kewarisan, dengan menekankan pemahaman fikih waris serta relevansinya dalam praktik hukum Islam kontemporer. Perkuliahan hari itu ditutup dengan mata kuliah Fiqh Muamalah yang disampaikan oleh Dr. (Cand.) Susiana, MA, yang membahas prinsip-prinsip muamalah dan penerapannya dalam kehidupan ekonomi modern.

Sejak sesi pagi hingga sore hari, suasana perkuliahan di Ruang Seminar IAITF Dumai berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta menanggapi pemaparan dosen, khususnya saat membandingkan perspektif akademik antara Indonesia dan Malaysia. Kehadiran dosen UiTM Melaka secara langsung memberikan pengalaman belajar internasional yang memperkaya wawasan mahasiswa IAITF Dumai.




Pelaksanaan collaborative teaching ini dipandang sebagai implementasi nyata internasionalisasi pembelajaran di tingkat kelas, sekaligus penguatan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengayaan materi, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi akademik, dan memahami keragaman pendekatan keilmuan lintas negara.


Dengan terselenggaranya perkuliahan internasional yang berlangsung dari pagi hingga sore di Ruang Seminar IAITF Dumai, institusi ini kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berstandar internasional yang tetap berakar pada nilai keislaman dan kearifan lokal. Antusiasme mahasiswa serta keterlibatan aktif dosen dari IAITF Dumai dan UiTM Melaka menjadi indikator keberhasilan agenda ini sebagai bagian penting dari Program Inbound IAITF Dumai–UiTM Melaka 2025.

