Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Upaya internasionalisasi dosen Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai terus memperlihatkan hasil nyata melalui pelaksanaan Program Inbound IAITF–UiTM Melaka 2025 yang dirangkaikan dalam kegiatan Dialog Akademik Antarbangsa bertajuk “Kesan-Kesan Dosen dan Mahasiswa Inbound UiTM Melaka di IAITF Dumai”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 24 November 2025 dan disiarkan secara langsung melalui TAFIDU Televisi, YouTube, dan Facebook Live, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas, akademisi lintas kampus, serta mitra internasional.
Dialog akademik tersebut menjadi wadah refleksi dan peneguhan kerja sama dosen lintas negara antara IAITF Dumai dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, khususnya dalam penguatan tridarma perguruan tinggi berbasis kolaborasi internasional. Kegiatan dipandu oleh Dawami, M.I.Kom, dan menghadirkan narasumber utama Prof. Madya Dr. Mohd Faizal P. Rameli selaku Ketua Islamic Philanthropy and Social Finance (IPSF) UiTM Melaka, serta Dr. Ahmad Rosli Mohd Noor, Pensyarah Kanan UiTM Melaka. Dialog ini turut dimeriahkan dengan kesaksian dua mahasiswa inbound UiTM Melaka, Muhammad Harith Hakimi bin Mohd Noor dan Adlin Nadirah Hani binti Mohd Zaidi, yang berbagi pengalaman akademik dan sosial selama mengikuti program di IAITF Dumai.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti bentuk keterlibatan aktif dosen dalam program inbound, mulai dari kuliah tamu internasional, diskusi kurikulum lintas institusi, kolaborasi riset tematik bidang filantropi Islam dan kebudayaan Melayu, hingga pendampingan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa kedua negara. Interaksi akademik tersebut menjadi ruang pertukaran perspektif pedagogis antara dosen IAITF dan UiTM, sekaligus membangun jejaring keilmuan yang memperkaya proses pembelajaran di masing-masing institusi.
Prof. Madya Dr. Mohd Faizal P. Rameli menegaskan bahwa keterlibatan dosen dalam program inbound merupakan strategi penting memperluas jejaring akademik serantau. Menurutnya, kolaborasi Indonesia-Malaysia melalui IAITF dan UiTM tidak hanya menghadirkan pertukaran dosen secara simbolik, tetapi mendorong lahirnya kerja sama ilmiah berkelanjutan. “Dialog akademik ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi dosen berjalan secara substantif melalui riset bersama, diskusi kurikulum, serta aktivitas pengabdian masyarakat lintas negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Ahmad Rosli Mohd Noor menekankan bahwa keterlibatan akademisi kedua institusi memperkaya metode pembelajaran lintas budaya sekaligus mengembangkan kompetensi profesional dosen. Ia menyebut interaksi antar dosen sebagai sarana peningkatan pemahaman terhadap praktik pendidikan tinggi di kawasan serumpun, terutama dalam integrasi nilai keislaman, budaya Melayu, dan pendekatan pembelajaran kontekstual.
Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, menilai bahwa pelaksanaan dialog akademik ini mencerminkan komitmen IAITF Dumai dalam membangun budaya kampus berwawasan internasional berbasis nilai lokal. Menurutnya, keterlibatan dosen dalam kerja sama internasional menjadi program strategis peningkatan mutu institusi. “Internasionalisasi tidak cukup hanya menghadirkan mahasiswa asing, tetapi harus dibarengi penguatan jejaring dosen sebagai motor utama tridarma,” ujarnya.
Kehadiran dialog akademik lintas negara ini sekaligus menjadi sarana dokumentasi praktik baik (best practice) internasionalisasi dosen IAITF Dumai. Melalui siaran publik, diskusi para akademisi dapat diakses luas, membuka peluang kolaborasi baru dengan perguruan tinggi serantau, sekaligus memperkuat reputasi IAITF Dumai sebagai kampus yang aktif mengembangkan faculty engagement di tingkat regional Asia Tenggara.
Kegiatan dialog akademik ini dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube TAFIDU Televisi pada tautan berikut: https://youtube.com/live/RIJiey9AMXc?feature=share
