Iaitfdumai.ac.id – Melaka, 25 Juli 2025 — Gelora semangat intelektual dan lintas budaya mewarnai pembukaan resmi Kuliah Kerja Nyata – Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN-KIPSM) 2025 yang berlangsung meriah di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Kampus Lendu. Acara ini sekaligus dibarengi dengan Seminar Antarabangsa Kajian Islam Kontemporari bertajuk “Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka” yang diselenggarakan oleh Akademi Pengajian Islam Kontemporari (ACIS) UiTM dengan dukungan dari Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai, Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) dan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.


Pembukaan resmi dilakukan oleh Timbalan Rektor Hal Ehwal Akademik UiTM Melaka, Dr. Mohammad Nor Afandi Ibrahim, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi penuh terhadap program ini. “Kami sangat Kami sangat mengalu-alukan keterlibatan mahasiswa dan dosen dari Indonesia dalam program ini. UiTM senantiasa terbuka dalam menjalin kolaborasi akademik yang membina, khususnya dalam konteks kajian Islam pesisir yang sangat relevan dengan sejarah dan realitas budaya di kawasan Selat Melaka,” ujar beliau dalam bahasa Melayu yang hangat dan bersahabat.


Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Dr. Zaid Mustafar, Koordinator Prasiswazah ACIS sekaligus Ketua Geran Komuniti Antarabangsa untuk projek KKN ini, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekretaris Jenderal PIPSM, Dr. Hj. Fathul Jannah, Ketua Program Studi MPI UINSI Samarinda, Dr. Nurhafizah Jauhari, Pengarah Program KKN Malaysia 2025.




Rangkaian acara berlanjut dengan sesi pembentangan ilmiah oleh para Dosen IAITF Dumai, seperti Dr. Deni Suryanto, Dr. Wiwid Hadi Sumitro, Neneng Desi Susanti, Lutfia Eka Putri, Susiana, Tuti Syafrainti, dan Dawami dari IAITF Dumai serta Dosen dari UINSI Samarinda, tampil bergantian dalam sesi pembentangan yang berlangsung sepanjang hari. Mereka membahas isu-isu seperti moderasi beragama, geopolitik pendidikan Islam, warisan beda agama, perlindungan hukum anak, hingga inovasi pembelajaran di era digital, semuanya dikaitkan dengan semangat pengabdian dalam bingkai khazanah Islam pesisir.




Antusiasme peserta sangat terasa, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang muncul dalam sesi ini. Para mahasiswa mempertanyakan berbagai topik terkait khazanah Islam pesisir, mulai dari warisan sejarah dakwah, manuskrip klasik, hingga tantangan modernisasi nilai-nilai Islam dalam ruang pesisir Nusantara.Menurut AJK, seminar ini menjadi platform akademik yang tidak hanya menguatkan jejaring kelembagaan antar kampus di kawasan pesisir Selat Melaka, tetapi juga membuka peluang riset kolaboratif dan kolaborasi akademik lainnya di masa depan.




Dengan momentum ini, KKN-KIPSM 2025 diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang mampu merawat khazanah Islam di wilayah strategis Selat Melaka, serta menjadi jembatan peradaban antara dua negara serumpun.
