Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menyelenggarakan Kuliah Pelatihan ICT Praktis pada 26 Juni, 15 dan 16 Juli 2025, sebagai bagian dari komitmen kampus dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan dunia digital, baik dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) maupun penyusunan skripsi.

Pelatihan ini menjadi salah satu Kuliah unggulan yang kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, digagas langsung oleh Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil.Pelatihan ini muncul sebagai respon terhadap temuan di lapangan, di mana masih ada mahasiswa yang belum menguasai keterampilan dasar seperti mengoperasikan laptop, menggunakan Microsoft Word atau Excel, bahkan membuka file dokumen digital. Beberapa mahasiswa berasal dari latar pendidikan pesantren klasik yang belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi dalam proses belajar, sehingga Kuliah ini menjadi kebutuhan mendesak yang dijawab secara serius oleh pihak kampus.

Pelatihan ICT tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga dirancang agar mahasiswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja dan dunia akademik berbasis digital. Mahasiswa dibekali pemahaman mulai dari dasar pengoperasian perangkat, penggunaan Microsoft Office, pemanfaatan Google Workspace, hingga pengenalan pada penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak dan etis dalam kegiatan akademis.


Kegiatan ini dipandu oleh tim mentor yang terdiri dari tenaga kependidikan IAITF yang kompeten dan berdedikasi, yaitu Robiyatul Adawiyah, M.E, Nur Hafizah, S.Pd, Nini Nursima, S.Pd, Shazrima, S.Pd, Rema Wahyuni, S.E, Sharmila, S.Pd, dan Meldian Herdinata, S.Pd. Kehadiran para mentor menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan nyaman, khususnya bagi mahasiswa yang baru pertama kali bersentuhan dengan perangkat teknologi.


Robiyatul Adawiyah, M.E sebagai mentor utama yang telah mendampingi Kuliah ini sejak awal, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan semata-mata pengenalan aplikasi komputer, tetapi merupakan bagian dari pemberdayaan mahasiswa agar lebih percaya diri dan tidak tertinggal dalam persaingan digital.
“Kami ingin memastikan semua mahasiswa, tanpa kecuali, punya bekal untuk menghadapi dunia akademik dan kerja. Kami tahu ada yang awalnya belum pernah mengetik di laptop, tapi setelah diberi ruang belajar yang mendukung, mereka mampu dan bahkan cepat menguasai. Kuncinya adalah kesabaran dan pendekatan yang tidak menghakimi,” ujarnya.

Kuliah ini menjadi contoh konkret bahwa IAITF Dumai tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga berkomitmen membekali mahasiswa dengan keterampilan abad 21. Dengan suasana belajar yang ramah pemula, ditambah semangat kolaboratif para mentor, pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa peserta. Mereka merasa lebih siap untuk menjalani PPL, menulis laporan, menyusun skripsi, dan bahkan menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.


Konsistensi IAITF Dumai dalam menjalankan pelatihan ICT hingga tiga tahun berturut-turut membuktikan bahwa lembaga ini tidak hanya membentuk lulusan saleh secara spiritual, tetapi juga tangguh secara digital.
