DUMAI — Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai resmi meluncurkan Program Wakaf Uang IAITF sebagai bentuk nyata penguatan gerakan filantropi Islam melalui Center for Islamic Philanthropy & Social Finance (CIPSF) IAITF. Peluncuran program tersebut dilaksanakan bersempena dengan kegiatan Rapat Penguatan Dokumen Perencanaan Institusi yang berlangsung pada 9 Mei 2026 di Ruang Seminar IAITF Dumai.
Program Wakaf Uang ini menjadi salah satu langkah strategis IAITF dalam membangun dana abadi pendidikan Islam yang berorientasi pada keberlanjutan pengembangan kampus, peningkatan mutu pendidikan, dakwah, riset, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam dan budaya Melayu Pesisir Selat Melaka.

Dalam sambutannya, Rektor IAITF Dumai, Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil., menyampaikan bahwa wakaf uang merupakan instrumen ekonomi Islam yang memiliki dampak besar terhadap pembangunan peradaban umat apabila dikelola secara amanah, profesional, dan produktif.
Menurutnya, IAITF melalui CIPSF ingin menghadirkan model pengelolaan wakaf yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kota Dumai dan kawasan pesisir.
“Wakaf bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun masa depan umat. Melalui Wakaf Uang IAITF, kita ingin menghadirkan gerakan kolektif yang manfaatnya terus mengalir untuk pendidikan, dakwah, pengembangan ilmu, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar beliau.
Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika IAITF, alumni, mitra, serta masyarakat Muslim secara luas untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program tersebut dengan menyalurkan wakaf melalui rekening resmi Wakaf Uang IAITF Dumai maupun layanan QRIS yang telah disediakan.
Dana wakaf yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pendidikan Islam, beasiswa mahasiswa, riset dan publikasi ilmiah, pemberdayaan ekonomi umat, transformasi digital kampus, serta penguatan dakwah dan khazanah Melayu-Islam Pesisir Selat Melaka.
Kegiatan launching turut dihadiri pimpinan institut, dekan, kepala lembaga, dosen, tenaga kependidikan, serta tim penyusun dokumen perencanaan institusi IAITF 2025–2030. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan arah pembangunan institusi berbasis kolaborasi, keberlanjutan, dan nilai-nilai filantropi Islam.
Melalui program ini, IAITF Dumai berharap dapat membangun budaya wakaf produktif di lingkungan kampus dan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan maslahat bagi umat.
berita ditulis oleh : Tary
