Peneliti BRIN Kunjungi IAITF Dumai, Bahas Kolaborasi Kajian Pesisir Selat Melaka

Dumai — Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai (IAITF Dumai) menerima kunjungan akademik para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Rabu, 20 Mei 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring riset dan kolaborasi ilmiah, khususnya terkait pengembangan kajian pesisir Selat Melaka dari berbagai perspektif keilmuan. Hadir dalam kunjungan tersebut Prof. Dr. Aswandi, Cut Rizlani Kholibrina, serta Devi Fauziyah Ma’rifat.

Kedatangan rombongan peneliti BRIN disambut langsung oleh Rektor IAITF Dumai, Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar bersama jajaran pimpinan kampus, di antaranya Ketua LP2M M. Farid Firdaus, Sekretaris LP2M Khasnan, Kepala Pusat Kajian Pesisir Selat Melaka Dr. Wiwid Hadi Sumitro, Ketua LPM Dr. Can Dawami, serta Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Deni Surianto.

Diskusi yang berlangsung di ruang kerja Rektor IAITF tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan keilmuan yang berkaitan dengan kawasan pesisir Selat Melaka. Pembahasan meliputi potensi kajian lingkungan dan botani pesisir, manuskrip Melayu, tradisi lisan, sejarah peradaban Melayu, hingga penguatan local wisdom masyarakat pesisir sebagai bagian dari identitas keilmuan dan kebudayaan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAITF menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen BRIN terhadap pengembangan riset berbasis kearifan lokal di Provinsi Riau. Menurutnya, kehadiran para peneliti BRIN membuka ruang sinergi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional dalam mengangkat khazanah Melayu pesisir ke tingkat yang lebih luas.

Rektor IAITF juga menyambut baik dan mendukung rencana berdirinya Rumah Inovasi BRIN di Pekanbaru sebagai bentuk nyata komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Kehadiran Rumah Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi pusat kolaborasi akademik, riset, dan pengembangan budaya lokal yang berbasis pada kebutuhan serta potensi masyarakat Riau.

Sementara itu, para peneliti BRIN menilai bahwa IAITF Dumai memiliki distingsi yang kuat dalam pengembangan kajian Melayu Pesisir Selat Melaka, sehingga sangat potensial untuk menjadi mitra strategis dalam berbagai penelitian multidisipliner ke depan.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, serta diakhiri dengan komitmen awal untuk menjajaki berbagai program kerja sama riset, seminar ilmiah, publikasi akademik, hingga pengembangan pusat kajian berbasis budaya dan kearifan lokal Melayu pesisir.

ditulis oleh: Tary

Written by