IAITF Dumai Perkuat Peran Budaya Melayu, Mahasiswa Antusias Sambut Sosialisasi Bujang Dara Kota Dumai 2026

Iaitfdumai.ac.idInstitut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kampus yang konsisten menjaga nilai-nilai tamadun Melayu melalui kegiatan Sosialisasi Seleksi Bujang Dara Kota Dumai 2026 yang digelar bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Dumai di Aula Lantai 2 Kampus IAITF Dumai, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh antusias tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Dumai dalam menjaring generasi muda terbaik untuk menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kota Dumai.

Wakil Rektor IAITF Dumai, Dr. Windayani, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Dispora Kota Dumai yang menjadikan IAITF sebagai salah satu kampus tujuan sosialisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan karakter dan visi IAITF yang menjunjung tinggi nilai keislaman, budaya Melayu, dan penguatan identitas daerah.

Ia menilai bahwa ajang Bujang Dara bukan sekadar kompetisi penampilan, tetapi wadah pembentukan generasi muda yang memiliki wawasan budaya, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap promosi daerah.

Mahasiswa hari ini harus mampu tampil menjadi generasi yang percaya diri, berwawasan, dan memahami identitas daerahnya sendiri. IAITF mendukung penuh kegiatan yang mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Melayu dan pariwisata daerah,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Adat Istiadat Melayu IAITF Dumai, Tengku Mahesa Khalid, M.M., menjelaskan bahwa IAITF memiliki posisi strategis dalam menjaga eksistensi budaya Melayu di Kota Dumai. Bahkan, IAITF menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Kota Dumai yang memasukkan Tamadun Melayu dan Adat Istiadat Melayu ke dalam kurikulum pembelajaran.

Menurutnya, wawasan yang dibutuhkan seorang Bujang dan Dara tidak hanya soal penampilan menarik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang sejarah, budaya, dan identitas daerah.

Bujang dan Dara Dumai harus memiliki pengetahuan tentang sejarah Kota Dumai, objek wisata daerah, adat istiadat Melayu, makanan khas Melayu, busana Melayu, hingga memahami jenis dan nama simpul kain Melayu. Semua itu menjadi bagian dari materi pembelajaran di IAITF,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa secara umum peserta Bujang Dara memang dituntut memiliki penampilan menarik dan kemampuan public speaking yang baik, namun nilai utama yang harus dimiliki adalah wawasan budaya dan karakter yang kuat sebagai representasi generasi Melayu masa kini.

Selain itu, IAITF Dumai juga memiliki Konsentrasi Pariwisata Syariah pada Fakultas Ekonomi Syariah yang dinilai sangat selaras dengan pengembangan sektor wisata halal dan budaya Melayu di Kota Dumai. Hal tersebut menunjukkan komitmen IAITF dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan berbasis kearifan lokal.

Dari pihak Dispora Kota Dumai, disampaikan bahwa Pemilihan Bujang dan Dara Tahun 2026 merupakan bagian dari persiapan Kota Dumai menyambut agenda besar tahun 2027, di antaranya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau dan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah I APEKSI.

Karena itu, keberadaan Bujang dan Dara diharapkan mampu menjadi wajah Kota Dumai dalam menyambut tamu dari berbagai daerah, sekaligus menjadi duta promosi wisata dan budaya Melayu yang berkarakter Islami.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Mahasiswa tampak aktif bertanya mengenai tahapan seleksi, kriteria peserta, hingga pengalaman menjadi duta daerah. Bahkan, sejumlah mahasiswa IAITF diketahui langsung mendaftarkan diri pada kegiatan tersebut untuk menjadi Duta Pariwisata dan Budaya Kota Dumai.

Antusiasme mahasiswa ini menunjukkan bahwa generasi muda IAITF tidak hanya memiliki minat dalam bidang akademik, tetapi juga kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah berbasis nilai-nilai Melayu dan keislaman.

Penulis: Nini Nursima

Written by