DUMAI — LP2M IAITF Dumai melaksanakan penelitian survei mengenai persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kota Dumai. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari kontribusi akademik IAITF Dumai dalam mendorong penguatan tata kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang lebih partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.
Survei tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar, yang saat ini juga dipercaya sebagai Tim Ahli DPRD Kota Dumai dalam penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di Kota Dumai.

Dalam pelaksanaan penelitian ini, Rektor didampingi oleh tim peneliti yang terdiri dari Dr. Can Dawami, Farid Firdaus, Dr. Deni Surianto, Dr. Wiwid Hadi Sumitro, serta Khasnan. Penelitian telah dilaksanakan sejak awal Maret 2026 dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kota Dumai, termasuk kawasan industri dan wilayah pesisir.
Hasil sementara penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Dumai pada dasarnya memberikan respons positif terhadap keberadaan program CSR perusahaan, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan pembangunan fasilitas umum. Namun demikian, masyarakat juga menyoroti beberapa persoalan penting, seperti kurangnya transparansi informasi CSR, minimnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan program, serta belum meratanya distribusi manfaat program CSR di beberapa wilayah.
Selain itu, mayoritas responden menginginkan agar program CSR tidak lagi hanya bersifat seremonial atau bantuan sesaat, melainkan diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, penanganan lingkungan hidup, pendidikan vokasi, dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan menjadi landasan akademik dalam membangun regulasi CSR yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat Kota Dumai sebagai kota industri dan kawasan pesisir Selat Melaka.
Menurutnya, pendekatan CSR ke depan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan jangka pendek. “Masyarakat Dumai hari ini tidak hanya membutuhkan bantuan sosial sesaat, tetapi juga membutuhkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, transparan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil penelitian ini nantinya akan menjadi bagian penting dalam penyusunan rekomendasi akademik terhadap kebijakan TJSLP Kota Dumai, sehingga keberadaan perusahaan dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penelitian ini sekaligus memperkuat posisi IAITF Dumai sebagai perguruan tinggi yang aktif mengambil peran dalam pengembangan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat pesisir, ekonomi berkelanjutan, dan tata kelola industri berbasis nilai kemaslahatan sosial di kawasan Selat Melaka.
ditulis oleh : Indah
