Rektor IAITF Dumai Kunjungi MUI Bengkalis, Perkuat Kajian Jaringan Ulama Pesisir Selat Melaka

Iaitfdumai.ac.id – Bengkalis — Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Assoc. Prof. Dr. HM Rizal Akbar, M.Phil., melakukan kunjungan akademik ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Senin (10/8/2026), di Pulau Bengkalis.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya IAITF Dumai memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kajian keislaman, khususnya terkait jaringan ulama Nusantara di kawasan Pesisir Selat Melaka.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor IAITF Dumai didampingi Ketua Yayasan IAITF Dumai, H. Hambali, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAITF Dumai, Dr. (Cand.) Dawami, S.Sos., M.I.Kom., serta salah seorang mahasiswa Pascasarjana S2 PAI IAITF Dumai asal Melaka, Malaysia, Ustaz Ahmad Syarifudin bin Samsudin Al Fahani.

Rombongan IAITF Dumai disambut langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, H. Amrizal, M.Ag., bersama jajaran pengurus MUI Kabupaten Bengkalis, di antaranya Afan Zaidi.Dalam pertemuan tersebut, Rektor IAITF Dumai menyampaikan apresiasi atas sambutan MUI Kabupaten Bengkalis. Ia juga mengajak MUI untuk membangun kolaborasi dalam memperkuat kajian sejarah dan intelektual Islam di kawasan Pesisir Selat Melaka.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan akademik, seperti penulisan buku, penelitian dan kajian manuskrip, dokumentasi sejarah ulama, serta pengkajian jaringan keilmuan ulama Nusantara yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Selat Melaka.

Alhamdulillah, MUI Kabupaten Bengkalis menyambut baik tujuan kedatangan kita. Insyaallah, kolaborasi ini akan memberikan manfaat untuk ke depannya, terutama dalam kajian manuskrip dan jaringan ulama Pesisir Selat Melaka,” tegas Rizal.

Ia menilai Bengkalis memiliki posisi strategis dalam kajian sejarah Islam dan jaringan ulama di kawasan Selat Melaka. Karena itu, berbagai sumber sejarah, manuskrip, tradisi keilmuan, serta jejak ulama yang terdapat di wilayah tersebut penting untuk terus digali dan didokumentasikan secara akademik.Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, H. Amrizal, M.Ag., menyambut baik kunjungan akademik Rektor IAITF Dumai beserta Ketua Yayasan dan rombongan ke Kantor MUI Kabupaten Bengkalis.

Ia menyampaikan bahwa MUI Kabupaten Bengkalis juga memiliki perhatian terhadap upaya menggali dan mendokumentasikan sejarah para ulama yang memiliki peran penting dalam perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Bengkalis.

Insyaallah, MUI Kabupaten Bengkalis saat ini juga sedang fokus menggali sejarah ulama-ulama di Kabupaten Bengkalis dan alhamdulillah sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Inilah bagian dari cara kita bersama menghormati para ulama yang telah banyak berjasa dalam menjaga ilmu dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan beragama di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara IAITF Dumai dan MUI Kabupaten Bengkalis dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, kajian manuskrip, serta penelusuran jaringan ulama Nusantara, khususnya yang berkembang di kawasan Pesisir Selat Melaka.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan karakter keilmuan IAITF Dumai yang menempatkan Islam, Melayu, dan Pesisir Selat Melaka sebagai salah satu kekuatan dalam pengembangan pendidikan dan kajian keislaman.***

/dw

Written by