Iaitfdumai.ac.id – SIAK β Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kunjungan edukatif ke kawasan Balairung Sri dan Istana Siak, Kabupaten Siak, Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi mahasiswa terhadap khazanah Islam dan budaya Melayu Pesisir Selat Melaka.
Kegiatan tersebut diampu oleh Tengku Mahesa Khalid, M.M., yang mendampingi mahasiswa dalam proses pengenalan secara langsung terhadap ruang-ruang sejarah dan warisan budaya Melayu yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan Islam di kawasan Riau.
Kunjungan tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan wisata sejarah, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Mahasiswa diajak mengamati, mengenali, dan memahami berbagai jejak sejarah, kebudayaan, serta nilai-nilai keislaman yang berkembang dalam lingkungan Kesultanan Siak.


Hal tersebut sejalan dengan kegiatan PKM IAITF Dumai yang mengangkat tema βPendampingan Masyarakat dalam Penguatan Literasi Khazanah Islam dan Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka Berbasis Nilai Wasathiyah di Kabupaten Siak.β Melalui kegiatan lapangan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas sejarah dan kebudayaan masyarakat.
Tengku Mahesa Khalid, M.M. dalam pendampingannya mengarahkan mahasiswa untuk tidak sekadar melihat peninggalan sejarah secara fisik, tetapi juga membaca makna yang terkandung di dalamnya. Khazanah sejarah Melayu dipandang sebagai sumber pembelajaran yang dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara Islam, budaya, pendidikan, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan observasi dan literasi sejarah. Interaksi langsung dengan lingkungan budaya diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam memahami sumber-sumber sejarah sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian khazanah Islam dan budaya Melayu.
Dari sisi pendidikan, kegiatan PKM ini memperlihatkan penerapan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa memperoleh pengetahuan melalui pengamatan dan keterlibatan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan ke Balairung Sri dan Istana Siak menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan IAITF Dumai di Kabupaten Siak. Dokumentasi dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan literasi dan karya akademik yang turut memperkenalkan kekayaan khazanah Islam dan budaya Melayu Pesisir Selat Melaka.
Melalui PKM ini, IAITF Dumai terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pembelajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi generasi yang mengenal, mengkaji, mendokumentasikan, dan melestarikan khazanah Islam serta budaya Melayu sebagai bagian dari identitas dan kekayaan peradaban kawasan Pesisir Selat Melaka.
