Iaitfdumai.ac.id – Dumai โ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai kembali menyelenggarakan Pelatihan Melipat Tanjak Warisan Tradisional Tahun 2026 sebagai bagian dari program rutin tahunan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman budaya Melayu di kalangan tenaga pendidik.
Kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan tahun ketiga ini diselenggarakan secara GRATIS dan diperuntukkan bagi guru-guru yang mengajar mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) di tingkat SDN dan SMPN se-Kota Dumai.




Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pemahaman para guru terhadap adat istiadat, busana, serta berbagai warisan budaya Melayu. Dengan demikian, para guru diharapkan mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada generasi muda melalui proses pembelajaran di sekolah.
Pelatihan dibimbing langsung oleh para trainer dan narasumber yang berkompeten di bidang adat istiadat serta seni dan budaya Melayu, di bawah bimbingan Tuan Guru Johan Iskandar dari Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu Malaysia. Narasumber yang terlibat yakni Tengku Mahesa Khalid, M.M., akademisi sekaligus dosen budaya Melayu Kampus IAITF Dumai; Syahrul Afandi, S.Pd., mahasiswa Pascasarjana IAITF, Budayawan dan pegiat budaya Melayu; serta Delsi Hendria, A.Md., Sn., Praktisi dan Pegiat seni dan budaya Melayu.
Tidak hanya berfokus pada teknik melipat tanjak, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai makna, filosofi, serta ragam busana Melayu. Materi mencakup ciri dan karakteristik busana Melayu pria, seperti Baju Teluk Belanga, Baju Cekak Musang, dan Baju Sikap, serta Baju Kurung Labuh untuk perempuan Melayu.
Para Guru juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan berbagai jenis simpul kain samping (sampin), di antaranya Fajar Menyingsing, Janda Berhias, dan Dendang Perantau, termasuk tata cara pemakaian dan penggunaannya bagi laki-laki maupun perempuan.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang luar biasa. Para peserta berasal dari berbagai jenjang dan latar belakang pengalaman mengajar, mulai dari guru-guru senior hingga guru-guru muda. Semangat para peserta menunjukkan tingginya minat tenaga pendidik Kota Dumai untuk terus memperkaya wawasan dan pengetahuan mengenai budaya Melayu.
Salah seorang peserta menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai yang secara konsisten menaja kegiatan tersebut setiap tahun. Menurut para peserta, pelatihan ini sangat bermanfaat dalam memperkaya pengetahuan budaya Melayu yang nantinya dapat diterapkan dalam proses pembelajaran mata pelajaran BMR di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, S.Hut., T.MT., bersama Kepala Bidang Kebudayaan, Risman, S.Sos., turut hadir memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta selama kegiatan berlangsung.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai yang menjadi panitia pelaksana kegiatan, yaitu Apri Rabialdy, S.E.; Nova Panca Saputra; Rinaldi Nababan, S.Sn.; M. Firnando, S.Kom.; Syahidati, S.E., Sy.; Andini Dwi Jayanti, S.Sn.; dan Chintia Dewi, S.Kom.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SDN 004 Teluk Binjai, Kota Dumai, ini diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
Insyaallah, tahun depan kegiatan ini akan diselenggarakan dengan lebih semarak dan cakupan yang lebih luas, sehingga Kota Dumai semakin memiliki tenaga pengajar yang kompeten dalam mengajarkan dan mewariskan nilai-nilai Budaya Melayu Riau, khususnya pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui menjaga benda dan tradisi, tetapi juga melalui pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui guru-guru BMR, warisan budaya Melayu diharapkan tetap hidup, dipahami, dan menjadi bagian penting dari karakter generasi muda Kota Dumai.
Penulis: Tengku Mahesa Khalid, M.M.
