DUMAI — Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai Assoc Prof Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil menyampaikan ceramah bertema Budaya Ramadhan di Masjid Taqwa Dumai, Sabtu (21/02/2026). Dalam ceramah tersebut, Rektor menekankan bahwa rangkaian budaya Ramadhan—mulai dari proses penyambutan, pelaksanaan ibadah sepanjang bulan suci, hingga momentum masuknya Idul Fitri—merupakan kekuatan antropologis yang membentuk kebahagiaan kolektif umat Islam.
Ia menjelaskan bahwa Ramadhan di tengah masyarakat tidak hadir sekadar sebagai kewajiban ritual, melainkan sebagai pengalaman sosial yang dihidupi bersama dan diwariskan lintas generasi. “Budaya Ramadhan dari proses penyambutan, pelaksanaan hingga masuknya Idul Fitri adalah kekuatan antropologis yang melahirkan kebahagiaan kolektif ummat Islam,” ujarnya di hadapan jamaah.


Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa ragam tradisi keagamaan yang menyertai Ramadhan—seperti saling bermaafan yang juga diperkuat dengan aktifitas syukuran serta ziarah makam orang tua dan kerabat jelang masuk Ramadhan. Penguatan aktivitas masjid, kebersamaan berbuka, tadarus, peningkatan sedekah, hingga semangat saling memaafkan—membantu menegaskan dimensi kesucian bulan Ramadhan. Menurutnya, budaya-budaya tersebut membuat ibadah puasa Ramadhan menjadi semakin sakral, sekaligus melekat kuat dalam sanubari masyarakat.
Dalam pandangannya, budaya Ramadhan berfungsi sebagai “jembatan nilai” yang mempertemukan spiritualitas individual dengan solidaritas sosial. Ketika masyarakat merasakan Ramadhan sebagai pengalaman bersama, maka Ramadhan bukan hanya membentuk ketahanan ibadah, tetapi juga menguatkan ikatan sosial, menumbuhkan empati, dan memperluas kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ceramah ini sekaligus menjadi penguatan pesan bahwa Ramadhan adalah ruang pendidikan karakter dan peradaban, bukan semata-mata rutinitas tahunan. Rektor mengajak jamaah untuk menjaga dan memaknai budaya-budaya Ramadhan secara proporsional agar nilai-nilai kesalehan tidak berhenti pada ritual, tetapi berbuah dalam akhlak, kepedulian, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
ditulis Oleh : Vini
