Iaitfdumai.ac.id – Bogor — Dosen Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Dr. Wiwid Hadi Sumitro, M.Pd, mengikutiThe First SIFA International Conference on Islamic Studies (SIFA-ICIS) dan tampil sebagai salah satu presenter pada kegiatan yang diselenggarakan oleh STAI SIFA Bogor, Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Kampus STAI SIFA Bogor.
Konferensi internasional ini membahas berbagai isu strategis dalam kajian Islam kontemporer, meliputi Islamic Education, Shariah and Legal Pluralism in Global Context, Islamic Social Studies and Global Challenges, serta Maqashid Shariah sebagai kerangka etis dalam pembentukan nilai dan karakter di tengah dinamika global.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua STAI SIFA Bogor, Kaimudin, M.Si, dan dilaksanakan secara hybrid, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai negara. Sejumlah akademisi internasional yang menjadi pembicara antara lain Prof. Dr. Suhaimi MHD Sarif (IIUM Malaysia), Prof. Dr. Sabri Mohd Sarif (UTeM Malaysia), Prof. Madya Dr. Azhaar Jafaar (UCYP Malaysia), Prof. Dr. Shukri Hanapi (ISDEV–USM Malaysia), serta Dr. Hanafiah bin Budin (MIC Singapore).
Dalam konferensi tersebut, Dr. Wiwid Hadi Sumitro, M.Pd mempresentasikan makalah berjudul “Maqashid Al-Tarbiyah di Era Artificial Intelligence (AI) dan Reformulasi Pendidikan Islam Masa Depan.” Makalah ini menyoroti pentingnya pendekatan maqashid al-tarbiyah sebagai landasan etis dan filosofis dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan di bidang pendidikan Islam.
Menanggapi keikutsertaannya, Wiwid menyampaikan bahwa konferensi internasional ini menjadi ruang strategis untuk mendiskusikan arah dan masa depan pendidikan Islam di tengah perkembangan teknologi global. Menurutnya, melalui pendekatan maqashid al-tarbiyah, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan harus tetap berpijak pada nilai etika, kemanusiaan, dan tujuan pendidikan Islam. Ia juga menegaskan bahwa partisipasi dosen IAITF Dumai dalam forum akademik internasional merupakan bagian dari komitmen institusi untuk aktif berkontribusi dalam diskursus ilmiah global serta memperkuat peran perguruan tinggi Islam Indonesia di tingkat internasional.
Partisipasi ini sekaligus menegaskan peran IAITF Dumai dalam mendorong internasionalisasi akademik, penguatan riset keislaman, dan pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap tantangan zaman.
