Malam Kebudayaan Penuh Haru, IAITF–UiTM Resmi Tutup Program Inbound Internasional 2025

Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Rangkaian International Inbound Program kolaborasi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka mencapai puncaknya melalui pelaksanaan Malam Kebudayaan Melayu yang digelar pada Senin malam, 24 November 2025, di Kampus IAITF Dumai. Kegiatan yang sejak awal berlangsung hangat dan meriah ini perlahan berubah menjadi malam penuh haru, menandai berakhirnya seluruh rangkaian aktivitas akademik dan kebudayaan yang menghubungkan civitas akademika dua institusi serumpun dari Indonesia dan Malaysia.Acara dibuka dengan rangkaian sambutan resmi dan doa bersama. Pada sesi sambutan, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka sekaligus Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program inbound yang dinilai berhasil mempererat jejaring akademik lintas negara dan secara resmi menutup seluruh rangkaian International Inbound Program IAITF–UiTM Melaka 2025. Sambutan kemudian disusul oleh Prof. Madya Dr. Mohd Faizal P. Rameli selaku Ketua Islamic Philanthropy and Social Finance (IPSF) UiTM Melaka, yang menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan Indonesia–Malaysia dalam membangun diplomasi budaya dan pengembangan filantropi Islam berbasis akademik. Selanjutnya, sambutan juga disampaikan dari unsur dosen UiTM Melaka serta perwakilan mahasiswa IAITF Dumai, yang secara bergantian menyampaikan kesan dan pesan selama mengikuti rangkaian program inbound.

Setelah sesi sambutan, hadirin disuguhi pertunjukan tari persembahan dari Sanggar Suara Tepian Melaka IAITF Dumai dengan tarian tradisi Melayu yang memancarkan nilai estetika dan kesantunan budaya. Kebersamaan semakin terasa ketika pimpinan, dosen, mahasiswa, dan tamu undangan duduk berbaur menikmati suguhan seni yang menjadi jembatan emosional antarbangsa.Memasuki acara inti, suasana beralih menjadi lebih khidmat melalui lantunan berzanji dan Mahalul Qiyam oleh mahasiswa IAITF Dumai. Selawat menggema, mengiringi doa bagi keberlanjutan persaudaraan lintas kampus dan lintas negara. Pada momentum ini pula diumumkan para pemenang lomba kuliner serta kompetisi budaya Melayu yang telah berlangsung sebelumnya.

Rangkaian malam budaya mencapai titik emosional saat panggung menampilkan persembahan nyanyian dari mahasiswa UiTM Melaka. Lagu-lagu bertema persahabatan dan perpisahan disampaikan dengan penuh penghayatan, menghadirkan suasana haru di kalangan hadirin. Banyak civitas akademika tampak terdiam, sebagian tak kuasa menahan air mata, menyadari bahwa kebersamaan yang terjalin selama beberapa hari harus berakhir di malam tersebut.

Puncak acara diwarnai dengan pertunjukan silat api oleh mahasiswa IAITF Dumai yang memukau. Atraksi seni bela diri tradisional ini menjadi simbol keberanian, kekuatan persatuan, serta api semangat ukhuwah yang diharapkan tetap menyala walau pertemuan fisik telah usai.Di penghujung acara, dilakukan sesi foto bersama seluruh undangan dan peserta. Setelah itu, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, dosen, mahasiswa, panitia, serta rombongan UiTM Melaka, atas dedikasi dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan, sembari berharap kerja sama ini terus berlanjut dalam bentuk program akademik yang lebih luas dan berkelanjutan.Malam yang diawali dengan tawa dan kegembiraan itu akhirnya berakhir dalam suasana perpisahan penuh makna. Jabat tangan, pelukan, dan doa saling mengiringi pamit rombongan UiTM Melaka dari Kampus IAITF Dumai. Malam Kebudayaan pun tidak hanya menjadi penutup sebuah agenda, tetapi menjadi penanda lahirnya persahabatan lintas negara, yang tumbuh dari dialog ilmu, dipererat oleh seni budaya, dan diikat erat oleh nilai Melayu serumpun.

 

 

Written by