Iaitfdumai.ac.id – Dumai – Rangkaian International Conference PIPSM 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai turut dimeriahkan oleh pelaksanaan Lomba Esai Ilmiah Internasional 2025 bertema “Pesisir Selat Melaka dari Berbagai Perspektif.” Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia untuk mengadu gagasan ilmiah mengenai pendidikan, budaya, lingkungan, ekonomi, hingga peradaban Islam maritim di kawasan Selat Melaka.
Tahapan lomba mencapai puncaknya pada 22 November 2025 bertepatan dengan pelaksanaan International Conference PIPSM di Aula Lantai II Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai. Pada hari tersebut, 10 finalis terpilih mempresentasikan karya ilmiah mereka dalam sesi semi-final dan penilaian akhir Dewan Juri, sekaligus dilanjutkan dengan pengumuman pemenang resmi lomba berdasarkan Surat Keputusan Panitia PIPSM.


Dari sisi prestasi institusi tuan rumah, mahasiswa IAITF Dumai tampil dominan dengan empat wakil lolos final, yaitu Zahara Amiza (bimbingan Dr. Windayani, M.Pd) lewat esai “Perempuan Pesisir Selat Melaka dalam Dinamika Tradisional dan Moderen”; Nabilah Firza (bimbingan Dawami, M.I.Kom) dengan karya “Pendidikan Qurani dan Spiritualitas Alam Melayu di Pesisir Selat Melaka”; Rizaoktaviona (bimbingan Robiyatul Adawiyah, S.E., M.E.) melalui karya “Menyelamatkan Warisan Intelektual Islam Maritim: Menghidupkan Literasi Arab Melayu di Pesisir Selat Melaka”; serta Nur Hafizah, S.Pd, mahasiswa pascasarjana IAITF Dumai (bimbingan Dawami, M.I.Kom) dengan esai “Rekonstruksi Kosmologi Maritim Melayu: Paradigma Baru Pendidikan Islam di Kawasan Selat Melaka.” Keempatnya tidak hanya mengharumkan nama kampus di level internasional, tetapi juga menunjukkan konsistensi IAITF Dumai dalam membina tradisi riset mahasiswa sejak tahap awal studi.




Selain peserta IAITF Dumai, lomba ini juga menghadirkan finalis dari berbagai perguruan tinggi mitra internasional dan nasional. Dari STAI Hubbulwathan Duri, tampil Rizka Amelia dengan karya tentang warisan bahari Melayu di Bengkalis. Dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, hadir Dalila Sufiyyah binti Abdul Basir, Muhammad Zafran bin Osman, dan Ahmad Shahriell bin Baharudin yang mengangkat isu perbankan Islam digital, pendidikan Islam pesisir, serta kewirausahaan serantau berbasis budaya Selat Melaka. Sementara dari Universitas Lancang Kuning dan IAIN Bengkalis, terdapat Wahyu Subakti dengan kajian integrasi SEL dan GCED bagi penguatan ekosistem mangrove. Dari IAI Yasni Bungo–Jambi, tampil Dina Istiana dengan telaah kepemimpinan maritim Islam.
Berdasarkan hasil penilaian, gelar Juara I diraih oleh Wahyu Subakti dari Universitas Lancang Kuning & IAIN Bengkalis melalui karya berjudul “Integrasi SEL dan GCED Bottom-Up: Formulasi Penguatan Ekosistem Mangrove Pesisir Selat Melaka” dengan nilai tertinggi 140,5.
Juara II diraih oleh Muhammad Zafran bin Osman dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka lewat tulisan “Pesisir Selat Melaka dari Perspektif Pendidikan Islam: Warisan Tamadun, Dakwah dan Pembentukan Insan Berilmu” dengan nilai 136.
Prestasi membanggakan datang dari IAITF Dumai setelah Juara III berhasil diraih oleh mahasiswinya, Nabilah Firza, yang menampilkan esai “Pendidikan Qurani dan Spiritualitas Alam Melayu di Pesisir Selat Melaka,” di bawah bimbingan Dawami, M.I.Kom, dengan perolehan nilai 133,5.
Kategori Juara Harapan juga menampilkan persaingan ketat lintas kampus. Harapan I diraih Dina Istiana dari IAI Yasni Bungo–Jambi melalui karya “Islamic Maritime Leadership: Reconstructing Educational Values and Entrepreneurial Spirit of the Malay-Islamic Civilization in the Straits of Melaka” dengan nilai 132,5. Sementara itu, kembali dari IAITF Dumai, Zahara Amiza menorehkan prestasi sebagai Juara Harapan II lewat penelitian “Perempuan Pesisir Selat Melaka dalam Dinamika Tradisional dan Modern,” di bawah bimbingan Dr. Windayani, M.Pd, dengan nilai 132. Adapun Juara Harapan III diperoleh Dalila Sufiyyah Binti Abdul Basir dari UiTM Melaka melalui esai berjudul “The Usage and Impact of Digital Islamic Bank in the Coastal Region of the Malacca Strait,” dengan nilai 129,5.
Keberhasilan dua mahasiswa IAITF Dumai masuk dalam jajaran juara, Nabilah Firza sebagai Juara III dan Zahara Amiza sebagai Juara Harapan II, serta satu Mahasiswa Pascasarjana IAITF Dumai di babak semi final, Nur Hafizah menjadi bukti nyata daya saing akademik mahasiswa IAITF Dumai di forum ilmiah internasional. Capaian ini mencerminkan kualitas pembinaan riset kampus yang konsisten mendorong mahasiswa tidak hanya aktif menulis, tetapi juga berani berkompetisi di level lintas negara.
