Iaitfdumai.ac.id – Dumai, 22 November 2025 — Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Anugerah Ilmuwan Pesisir Selat Melaka 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) bersamaan dengan rangkaian International Conference PIPSM 2025. Kegiatan penganugerahan berlangsung di Aula IAITF Dumai dan dihadiri akademisi lintas negara dari kawasan Selat Malaka dan Asia Tenggara. Tahun ini, PIPSM menetapkan 39 ilmuwan penerima anugerah yang terbagi ke dalam tiga kategori: Ilmuwan Utama, Ilmuwan Madya, dan Ilmuwan Pertama. Para penerima berasal dari beragam institusi terkemuka di Indonesia dan Malaysia, termasuk UiTM Shah Alam, UiTM Melaka, Universiti Geomatika Malaysia, IAI Tafaqquh Fiddin Dumai, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, STAI Hubbulwathan Duri, IKTN, UIN Suska Riau, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kehadiran para ilmuwan dari berbagai disiplin seperti ekonomi, pendidikan, syariah, komunikasi, peradaban, serta tamadun memperkuat karakter ajang ini sebagai forum ilmiah bergengsi yang menghubungkan jejaring akademik serantau.
Pada tahun 2025, sebanyak empat belas (14) dosen IAITF Dumai resmi menerima penghargaan Anugerah Ilmuwan Pesisir Selat Melaka, menjadikan IAITF Dumai sebagai institusi dengan jumlah penerima terbanyak dalam ajang tersebut. Para penerima tersebar pada tiga kategori utama, yakni Ilmuwan Utama, Ilmuwan Madya, dan Ilmuwan Pertama Pesisir Selat Melaka, dengan bidang kontribusi meliputi pendidikan, ekonomi-bisnis, serta hukum dan advokasi.
Untuk kategori Ilmuwan Utama Pesisir Selat Melaka, penghargaan diraih oleh Assoc. Prof. Dr. (K.R.H.) Dwijobarotodipuro M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil dari bidang Ekonomi dan Bisnis, atas kontribusinya dalam pengembangan kajian ekonomi Islam serta penguatan jejaring akademik internasional di kawasan Selat Melaka.



Pada kategori Ilmuwan Madya Pesisir Selat Melaka, dosen IAITF Dumai yang menerima anugerah meliputi Dr. Windayani, M.Pd., Dawami, S.Sos., M.I.Kom., Dr. Wiwid Hadi Sumitro, S.Pd.I., M.Pd., Dr. Deni Suryanto, M.Pd., dan Dr. Faizal Nurmatias, M.E.,. Para penerima pada kategori ini dinilai memiliki konsistensi tinggi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama dalam penguatan pendidikan Islam, riset terapan, publikasi ilmiah, serta keterlibatan aktif dalam program pengabdian masyarakat kawasan pesisir.






Sementara itu, pada kategori Ilmuwan Pertama Pesisir Selat Melaka, dosen IAITF Dumai yang mendapatkan penghargaan adalah dan Hj. Lestari Fitriany, M.E. Tengku Mahesa Khalid, M.M.dan Robiyatul Adawiyah, S.E., M.E. dari bidang ekonomi dan bisnis, Susiana, M.A., Neneng Desi Susanti, S.H.I., M.Sy, dan Muhammad Farid Firdaus, M.H. dari bidang hukum dan advokasi, serta Tuti Syafrianti M.Pd dan Eka Sukmawati, M.Ag. dari bidang pendidikan. Para dosen kategori ini dipandang sebagai generasi akademisi muda produktif yang memiliki kinerja kuat dalam riset, publikasi, serta pembinaan masyarakat berbasis ekonomi dan sosial keislaman di wilayah pesisir Selat Melaka.
Prosesi penganugerahan dilaksanakan secara resmi dalam satu panggung kehormatan yang dipimpin oleh jajaran pimpinan PIPSM, disaksikan para keynote speaker internasional serta tamu undangan dari Malaysia dan Indonesia. Penyerahan anugerah ini menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi nyata para akademisi IAITF Dumai dalam membangun kajian dan praktik keilmuan berbasis peradaban Melayu-Islam serta respons atas isu-isu pesisir, ekonomi maritim, pendidikan, dan keberlanjutan sosial.
Keberhasilan 14 dosen IAITF Dumai meraih Anugerah Ilmuwan Pesisir Selat Melaka 2025 mempertegas peran strategis kampus dalam kancah akademik regional dan internasional. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan konsistensi IAITF Dumai sebagai pusat pengembangan ilmu berbasis kearifan lokal pesisir Selat Melaka yang terus bertransformasi menuju universitas Islam yang unggul dan berjejaring global.
