Sanggar Suara Tepian Melaka: Harmoni Seni, Budaya, dan Spirit Islam di IAITF Dumai

Iaitfdumai.ac.id – Dumai, 13 November 2025 — Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keilmuan, tetapi juga aktif dalam pengembangan seni dan budaya. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah keberadaan Sanggar Suara Tepian Melaka, sanggar tari yang menjadi wadah ekspresi, kreativitas, dan pelestarian budaya Melayu di lingkungan kampus IAITF Dumai.Sanggar Suara Tepian Melaka dibentuk oleh sekelompok mahasiswa yang memiliki semangat untuk menjaga dan menghidupkan kembali seni tradisional Melayu, terutama di wilayah pesisir yang sarat dengan nilai-nilai sejarah. Nama “Suara Tepian Melaka” sendiri mencerminkan identitas geografis sekaligus kultural Dumai yang terletak di tepian Selat Melaka wilayah yang sejak berabad-abad lalu menjadi titik pertemuan peradaban Melayu dan Islam di Asia Tenggara.
Ketua Sanggar, Dawami, S.Sos., M.I.Kom, menjelaskan bahwa sanggar ini bukan sekadar komunitas seni, tetapi juga ruang pembentukan karakter. “Kami ingin menghadirkan seni tari yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga membawa pesan moral. Setiap gerak, irama, dan busana kami pilih dengan makna sebagai bentuk ekspresi kemelayuan,” ujarnya.

Kiprah dan Prestasi dalam Berbagai AjangSejak berdiri, Sanggar Suara Tepian Melaka telah menjadi salah satu ikon kegiatan nonakademik IAITF Dumai. Sanggar ini aktif tampil dalam berbagai kegiatan kampus maupun agenda kebudayaan kota. Salah satu penampilan yang berkesan adalah pada Roadshow Seminar Ekonomi dan Kewirausahaan Islami yang diselenggarakan IAITF. Dalam acara tersebut, Suara Tepian Melaka membuka kegiatan dengan tari penyambutan yang memadukan unsur zapin dan gerak kontemporer, memberikan nuansa sakral sekaligus semangat pada pembukaan seminar.

Tak hanya itu, Sanggar Suara Tepian Melaka juga pernah mewakili IAITF Dumai dalam Festival Seni dan Budaya di Gedung Bukit Gelanggang Kota Dumai. Penampilan mereka dalam event tersebut menuai banyak apresiasi dari masyarakat dan peserta festival karena berhasil memadukan gerak tari klasik Melayu.

Selain tampil di acara luar kampus, Suara Tepian Melaka juga menjadi pengisi tetap dalam berbagai kegiatan internal IAITF Dumai, seperti acara Yudisium Institut yang diselenggarakan setiap tahun. Dalam momen sakral itu, sanggar biasanya membawakan tari persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada para dosen, pimpinan kampus, serta wisudawan dan wisudawati. Gerak lembut dan kostum bernuansa emas hijau warna khas IAITF menjadi simbol kehormatan, syukur, dan doa agar para lulusan melangkah dengan cahaya ilmu dan akhlak.

Seni sebagai Pendidikan KarakterDi balik setiap penampilan, Sanggar Suara Tepian Melaka selalu menekankan aspek pendidikan karakter. Latihan rutin mereka bukan hanya untuk menyiapkan koreografi, tetapi juga menjadi media pembelajaran nilai kedisiplinan. Setiap sesi latihan diakhiri dengan refleksi tentang makna gerak dalam budaya Melayu.

Melalui sanggar ini, mahasiswa belajar bagaimana menghargai proses, bekerja sama, dan menjaga niat dalam berkarya. Bagi kami, menari bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan bentuk yang mengajarkan keindahan, kesabaran, dan rasa syukur,” tutur salah satu pelatih sanggar.

Dukungan Kampus dan Harapan ke Depan

Wakil Rektor I IAITF Dumai, Dr. Windayani, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Sanggar Suara Tepian Melaka. Menurutnya, keberadaan sanggar tersebut memperkaya atmosfer akademik dan memperluas peran kampus dalam membumikan dakwah Islam melalui seni budaya.

Seni dan budaya adalah bahasa universal yang bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lembut dan menyentuh. Sanggar Suara Tepian Melaka adalah representasi semangat mahasiswa IAITF yang ingin menjaga warisan Melayu, sekaligus menunjukkan bahwa penuh nilai estetika,” ujarnya.

Melihat potensi besar yang dimiliki sanggar ini, IAITF Dumai berencana memberikan dukungan lebih luas, mulai dari pelatihan intensif, penyediaan fasilitas studio latihan, hingga peluang tampil di ajang nasional dan internasional. Pihak kampus juga membuka kemungkinan kerja sama dengan lembaga seni dan kebudayaan di Malaysia sebagai bentuk penguatan jejaring lintas Selat Melaka.
Menjaga Tradisi, Membangun Identitas

Kini, Sanggar Suara Tepian Melaka tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa yang mencintai seni tari, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan IAITF Dumai. Melalui setiap penampilan, sanggar ini membawa pesan bahwa seni membentuk generasi muda yang berbudaya, berakhlak, dan memiliki kepekaan sosial.
Bagi masyarakat kampus, kehadiran Suara Tepian Melaka menjadi bukti nyata bahwa pendidikan seni dapat dikembangkan secara holistik menggabungkan ilmu, seni, dan nilai-nilai lokal. Sementara bagi kota Dumai, sanggar ini merupakan salah satu duta budaya yang turut memperkuat citra daerah sebagai kota pesisir dengan kekayaan tradisi yang kuat.

Dengan semangat “gerak melalui seni”, Sanggar Suara Tepian Melaka akan terus menari di atas panggung sejarah, menyuarakan harmoni antara iman, budaya, dan keindahan dari tepian Melaka untuk peradaban Melayu yang lebih gemilang.

Shazrima

Written by