Surabaya, 5 September 2025 – Rangkaian perjalanan ziarah ulama Nusantara yang merupakan kolaborasi Internasional diantara Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) dengan Akademi Perantara Melaka Malaysia, berlanjut ke Jawa Timur dengan kunjungan ke lima makam Walisongo: Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) dan Sunan Giri di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, serta Sunan Bonang di Tuban.






Dalam ziarah kali ini, Rektor IAITF Dumai Assoc Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil didampingi oleh Prof. Datuk Huzaifah bin Hasyim, Ketua Akademi Perantara serta Biro Khas Penelitian dan Penyelidikan Budaya Dunia Melayu Dunia Islam (Pusat Melaka). Kehadiran rombongan menandai kelanjutan perjalanan spiritual dan akademik setelah sebelumnya berziarah ke makam-makam tokoh besar Nusantara: Sultan Agung dan Paku Buwono di Imogiri, Maulana Magribi di Parangtritis, serta KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang.
Rektor IAITF Dumai menuturkan bahwa ziarah ini bukan sekadar napak tilas spiritual, melainkan juga bentuk penguatan identitas keilmuan dan jaringan kebudayaan antara dunia Islam Nusantara dengan tradisi Melayu. “Para wali telah mengajarkan bagaimana Islam berdialog dengan budaya lokal, membangun masyarakat dengan kasih sayang, pendidikan, dan seni. Itulah warisan yang ingin kita hidupkan kembali,” ungkapnya dengan penuh haru di kompleks makam Sunan Ampel.








Prof. Datuk Huzaifah menambahkan, perjalanan ini memiliki arti penting bagi hubungan lintas negara, terutama antara Dumai dan Melaka, yang sejak dahulu terikat sejarah perdagangan, keilmuan, dan dakwah Islam. “Mengunjungi makam para wali ini bagaikan menyambung sanad ilmu dan budaya. Dari sini kita belajar bahwa Islam di Nusantara berkembang dengan damai, penuh kreativitas, dan berpijak pada akar peradaban Melayu-Islam,” katanya.
Rangkaian ziarah ini diakhiri dengan doa bersama di makam Sunan Bonang di Tuban. Rektor IAITF Dumai menyampaikan harapan agar perjalanan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk memahami sejarah Islam Nusantara sebagai bekal membangun masa depan.
ditulis oleh: Lestary
