Yogyakarta, 3 September 2025 – Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil, bersama tim lintas negara melaksanakan ziarah ke Makam Syekh Maulana Maghribi di kawasan Parangtritis, Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan rangkaian perjalanan spiritual dan akademik menelusuri jejak para ulama penyebar Islam di kawasan Jawa dan Selat Melaka.
Sehari sebelumnya, rombongan IAITF telah berziarah ke Makam Sultan Agung Hanyakrakusuma di Imogiri, Yogyakarta. Sultan Agung dikenal sebagai raja besar Mataram yang menyatukan nilai-nilai Islam dengan tradisi Jawa, sekaligus cucu dari garis keturunan yang bersambung dengan Syekh Maulana Maghribi.



“Perjalanan ini bukan sekadar ziarah, tetapi juga penelusuran sejarah intelektual dan spiritual yang menyambungkan peradaban Islam Jawa dengan dunia Melayu,” ungkap Rektor IAITF Dumai.
Makam Syekh Maulana Maghribi terletak di daerah Parangtritis, Yogyakarta (dekat pantai selatan). Beliau dikenal sebagai salah satu ulama penyebar Islam awal di Jawa, khususnya di pesisir selatan. Tradisi lisan menyebutkan beliau datang dari Arab, ada yang mengaitkannya dengan keturunan Rasulullah, bahkan ada versi yang menyebut beliau masih satu jalur dengan para wali.
Dalam tradisi Jawa, Syekh Maulana Maghribi sering dikisahkan sebagai wali yang berperan sebelum era Wali Songo, bahkan dalam beberapa silsilah dikaitkan dengan tokoh legenda Joko Tarub dan Roro Nawangsih. Dari papan silsilah yang Bapak foto, terlihat garis keturunan beliau sampai ke Mataram Islam (Ki Ageng Selo → Ki Ageng Pemanahan → Panembahan Senopati → Sultan Agung). Jadi, beliau dianggap sebagai leluhur spiritual sekaligus kultural dari Dinasti Mataram
Lanjutan dari Pulau Besar, Melaka
Pada Juli lalu, Rektor IAITF dan tim terlebih dahulu menziarahi Makam Syekh Maulana Ishaq serta Syekh Ismail Sultanul Ariffin di Pulau Besar, Melaka. Keduanya adalah tokoh besar dalam sejarah Islam Melayu. Syekh Maulana Ishaq dikenal sebagai ayah Sunan Giri, salah satu Wali Songo, sedangkan Syekh Ismail Sultanul Ariffin merupakan ulama karismatik yang meninggalkan pengaruh kuat di kawasan Selat Melaka.
Dengan demikian, ziarah ke Makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis melengkapi rangkaian perjalanan ruhani yang menghubungkan garis dakwah Islam dari Melaka hingga Mataram.
Peneguhan Visi IAITF
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol peneguhan visi IAITF Dumai sebagai perguruan tinggi Islam pesisir yang berorientasi pada riset sejarah, kebudayaan, dan dakwah lintas Selat Melaka. Menurut Rektor, menghidupkan kembali khazanah ulama perintis merupakan bagian dari membangun jembatan keilmuan dan peradaban antara Dumai, Jawa, dan Melaka.
“IAITF akan terus merawat warisan para wali dan ulama, sebagai bagian dari membangun peradaban Islam maritim yang berakar di Nusantara dan berjejaring ke dunia,” tegasnya.
Ditulis Oleh: Tary
