KKN KIPSM 2025 Tuntaskan Fase Malaysia: Mahasiswa Kembali ke Indonesia dengan Semangat Khazanah Pesisir

Iaitfdumai.ac.id – MELAKA — Kamis, 31 Juli 2025 menjadi momen peralihan penting dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN KIPSM) yang digagas oleh Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM). Sebanyak 62 mahasiswa dari IAITF Dumai, Universitas Lancang Kuning, dan STAI Ar-Ridho Bagan Siapi-Api Rokan hilir mengakhiri fase internasional mereka di Negeri Melaka, Syah Alam, Putra Jaya, dan Kuala Lumpur, serta melanjutkan fase kajian dan penulisan di kampus masing-masing di Indonesia.

Setelah hampir 9 hari penuh menjalani aktivitas padat mulai dari kajian di al Khawarizmi, manuskrip, kuliah dhuha, wisata tamadun, kunjungan ke beberapa tempat hingga seminar internasional tentang ekonomi maritim Melayu, para peserta bersiap meninggalkan Melaka dengan penuh kesan. Rombongan tiba di Malacca International Ferry Terminal sekitar pukul 12.00 waktu Malaysia, lalu menyeberang menggunakan kapal Indomal Express pada pukul 14.30 WM. Mereka tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pukul 16.30 WIB.

Kepulangan mereka turut disaksikan oleh tokoh-tokoh masyarakat, yakni Ridzuan Jalil dan Pak Cik Jaffar, sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin selama program berlangsung.

Meski telah meninggalkan Melaka, kegiatan KKN KIPSM masih akan berlangsung hingga genap 40 hari. Para mahasiswa kini memasuki fase lanjutan berupa pendalaman hasil observasi dan penulisan reflektif berbasis lokasi pengabdian masing-masing.

Sekretaris Jenderal PIPSM, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil, sebelumnya menyampaikan bahwa KKN KIPSM bukan hanya ajang pengabdian biasa, tetapi “Sebuah upaya ilmiah dan kultural untuk menyambungkan peradaban Islam pesisir dalam satu jejak lintas batas.” Ia menekankan pentingnya melihat Melaka bukan sekadar lokasi sejarah, tetapi juga simpul intelektual dan spiritual Melayu yang harus terus diwariskan, Melaka sebagai tanah yang terjanjikan.

Dengan semangat dan bekal pengalaman yang telah didapat, para peserta kini kembali ke Indonesia tidak hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai “penutur sejarah dan pelanjut khazanah pesisir” dalam kerangka ilmiah dan kolaboratif

Written by