IAITF Dumai Gandeng UiTM Melaka, Tingkatkan Pemahaman Sejarah Lintas Negara

Iaitfdumai.ac.id – MELAKA, Malaysia – Hari keempat Program Outbound Internasional Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka diisi dengan kunjungan edukatif ke Bandaraya Melaka Bersejarah, Kamis (12/6). Kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan sejarah dan budaya mahasiswa secara langsung melalui pengalaman lapangan.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat dari kampus UiTM Melaka. Dengan penuh semangat, rombongan mahasiswa menggunakan bus khusus yang disiapkan panitia untuk menjelajahi berbagai situs sejarah yang menjadi ikon kota tua Melaka.

Destinasi utama yang dikunjungi peserta antara lain benteng bersejarah A Famosa, bangunan Stadthuys yang merupakan warisan kolonial Belanda, serta Bukit St. Paul yang menawarkan pemandangan menakjubkan sekaligus menyimpan banyak cerita sejarah penting. Di setiap lokasi, mahasiswa mendapatkan penjelasan menarik dari pemandu wisata tentang asal-usul, fungsi, dan signifikansi historis setiap bangunan yang dikunjungi.

Selain destinasi sejarah, peserta juga menyusuri Jonker Street, pusat seni dan budaya yang populer di Melaka. Di sini, mahasiswa berkesempatan melihat berbagai produk kerajinan lokal, berinteraksi dengan warga setempat, serta mencicipi aneka kuliner khas Melaka. Aktivitas ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk mengenal budaya lokal lebih dekat serta memperkuat kebersamaan antar peserta.

Setelah puas menikmati pesona kota tua Melaka, rombongan kemudian mengunjungi pusat perbelanjaan dan tempat oleh-oleh untuk membeli cenderamata sebagai kenangan dari kunjungan ini. Kegiatan berbelanja ini memberikan suasana santai dan menyenangkan bagi peserta, sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa pulang kenangan dari salah satu kota paling bersejarah di Malaysia.

Dalam perjalanan kembali ke kampus, rombongan sempat singgah sejenak di pantai terdekat untuk menikmati keindahan matahari terbenam. Suasana senja yang menenangkan di tepi pantai menjadi penutup manis setelah seharian beraktivitas penuh.

Koordinator program, Muhammad Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus tidak hanya sebagai wisata biasa, tetapi juga untuk memberikan wawasan historis yang kuat serta mempererat hubungan antar mahasiswa dari kedua negara. “Kami berharap melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya dan semangat kolaborasi internasional,” ujar Arifin.

Diharapkan pula kegiatan semacam ini terus berlanjut demi menciptakan generasi muda yang lebih terbuka dan memiliki pemahaman budaya yang mendalam

Written by