Pemira Online di IAITF Dumai Berlangsung Lancar, Tiga Pasangan Calon Presiden Mahasiswa Berikan Tanggapan

Iaitfdumai.ac.id – Dumai, 20 Agustus 2024 Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai hari ini menggelar Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa secara online. Pemira ini diikuti oleh tiga pasangan calon yang telah melalui serangkaian tahapan kampanye dan debat publik. Meski dilakukan secara daring, proses pemilihan berlangsung lancar dan mendapat partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf IAITF Dumai.

Ketiga pasangan calon presma dan wapresma yang bertarung dalam Pemira kali ini adalah Muhammad Iqbal dan Sharmila, Lailatul Husna dan Zahara Amiza, serta Muhammad Raihan dan Siti Nurlina. Setiap pasangan calon memiliki visi dan misi yang kuat untuk membawa perubahan positif bagi kampus tercinta.

Tanggapan Pasangan Calon Nomor Urut 1: Muhammad Iqbal dan Sharmila

Muhammad Iqbal, calon Presiden Mahasiswa nomor urut 1, memberikan tanggapannya mengenai persiapan jika terpilih maupun tidak terpilih. Ia menyatakan, “Jika bertanya persiapan kepada saya, maka diawali dengan kesiapan. Tentunya diawali dengan kesiapan niat dan mental. Setelah itu baru fokus kepada pembentukan kabinet yang matang dan program kerja yang konsisten.”

Iqbal juga menambahkan bahwa jika tidak terpilih, ia tetap berencana untuk berkontribusi melalui Himpunan Mahasiswa (HIMA). “Kalau saya tidak terpilih, tidak ada masalah dan tidak ada apa-apa, karena potensi pertama kita dalam berkompetisi pasti jawaban paling mudah adalah kekalahan. Kontribusi saya mungkin bisa melalui HIMA dengan menghidupkan HIMA kembali,” tuturnya.

Tanggapan Pasangan Calon Nomor Urut 2: Lailatul Husna dan Zahara Amiza

Zahara Amiza, calon Wakil Presiden Mahasiswa nomor urut 2, menyampaikan perasaannya saat Pemira berlangsung. “Perasaan saya sangat senang karena saya diberi kesempatan untuk mengikuti pemilihan presma ini. Mau menang atau pun kalah, itu adalah sebuah hal yang lumrah bagi saya, yang penting saya sudah bisa mengikuti proses pemilihan ini.”

Zahara juga memberikan pesan kepada seluruh pemilih, “Pilihlah pemimpin yang benar-benar bisa memimpin dan bisa merangkul mahasiswa lainnya, yang memiliki jiwa kepemimpinan yang besar, serta yang sudah memiliki banyak pengalaman berorganisasi. Karena manis pahitnya berorganisasi mereka sudah pernah mengalaminya, dan InsyaAllah mereka sudah bisa menjadi nahkoda untuk ke depannya.”

Tanggapan Pasangan Calon Nomor Urut 3: Muhammad Raihan dan Siti Nurlina

Muhammad Raihan, calon Presiden Mahasiswa nomor urut 3, menjelaskan tindakan pertama yang akan ia ambil jika terpilih. “Yang pertama sudah semestinya, saya beserta calon wakil presiden saya nanti akan mengidentifikasi tujuan dan visi yang telah kami susun. Setelah itu, kami akan merencanakan langkah-langkah yang disusun untuk dilakukan terkait dengan kampus serta organisasi kampus, terutama Dewan Mahasiswa (DEMA), agar bisa membawa mahasiswa ikut serta.”

Raihan juga menekankan pentingnya mengembangkan rencana minat dan bakat mahasiswa, “Terakhir, kami akan mengembangkan rencana minat ataupun bakat bagi setiap mahasiswa yang ada di IAITF untuk evaluasi sehingga bisa membantu mencapai tujuan yang diinginkan di masa depan nantinya.”

Pemira IAITF Dumai tahun 2024 menjadi ajang yang sangat penting bagi seluruh mahasiswa untuk memilih pemimpin yang akan membawa perubahan signifikan di kampus. Dengan proses pemilihan yang dilakukan secara online, di mana seluruh civitas akademika terlibat, diharapkan hasil yang diperoleh merupakan cerminan dari aspirasi seluruh komunitas akademik. Siapapun yang terpilih, harapannya adalah agar dapat membawa IAITF Dumai menuju masa depan yang lebih baik.

Written by