Iaitfdumai.ac.id – Melaka, 24 Juli 2025 – Hari keempat program Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN KIPSM) menjadi momentum penuh makna bagi para peserta. Dimulai sejak fajar menyingsing, kegiatan dibuka dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Kampung Hulu—masjid tertua di Melaka yang telah menjadi saksi bisu perjalanan dakwah Islam di Semenanjung Melayu sejak abad ke-18. Suasana khidmat menyelimuti ibadah pagi tersebut, dilanjutkan dengan briefing yang memberikan pemahaman historis dan spiritual mengenai tempat-tempat yang dikunjungi.




Selepas sholat, rombongan mahasiswa melakukan eksplorasi kawasan sekitar Masjid Kampung Hulu. Dengan semangat belajar di luar kelas, para peserta menelusuri arsitektur, lingkungan masyarakat, hingga simbol-simbol warisan budaya Islam yang masih lestari di tengah modernitas kota Melaka. Tidak hanya melihat, mereka juga mendengarkan kuliah dari Assoc. Prof. M.Rizal Akbar, M.Phil mengenai Khazanah isla pada masa lalu dan kaitannya dengan situs-situ yang diziarahi.




Agenda dilanjutkan dengan wisata sejarah Islam dan tamadun Melayu. Rombongan ziarah ke sejumlah situs penting, di antaranya Makam Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, ulama besar dari Aceh yang berpengaruh di kawasan ini, Makam Sayyid Abdullah Al-Haddad, serta makam Hang Jebat, pahlawan yang melegenda dalam sejarah Melayu. Mereka juga mengunjungi Kampung Ketek dan surau unik yang menjadi warisan spiritual masyarakat lokal.




Agenda berlanjut dengan pengenalan kawasan wisata Sungai Melaka. Para mahasiswa diajak menyusuri sungai yang dulunya menjadi urat nadi perdagangan maritim Melayu dan jalur penyebaran Islam. Dari tepian sungai, mereka membayangkan bagaimana ulama, saudagar, dan pelayar dahulu menjadikan Melaka sebagai simpul penting dalam jaringan dakwah dan peradaban Islam Nusantara.




Hari keempat ini bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi lebih sebagai penjelajahan ilmiah dan spiritual. Para mahasiswa tidak hanya diajak melihat, tetapi juga merenungi jejak-jejak kebesaran Islam yang terpatri dalam arsitektur, makam, dan kisah masyarakatnya. Dalam suasana yang hangat dan penuh refleksi, peserta KKN KIPSM kembali disadarkan akan pentingnya menjaga dan melanjutkan estafet sejarah Islam pesisir, tidak hanya dengan narasi, tetapi juga dengan aksi nyata.
