Hari Kedua di Melaka, Mahasiswa KKN-KIPSM Dalami Hisab-Rukyat dan Takwim Qamari

Iaitfdumai.ac.id – MELAKA — Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN-KIPSM) 2025 yang berlangsung di Kompleks Al-Khawarizmi, Tanjung Bidara, Melaka, pada hari kedua semakin menarik dengan pembahasan yang lebih mendalam tentang ilmu falak. Kamis (24/7/2025), para mahasiswa dari IAITF Dumai, STIA Lancang Kuning Dumai, dan STAI Ar-Ridha Rohil melanjutkan kajian bersama ahli falak terkemuka, Dr. Radzuan bin Nordin, dengan tema khusus “Peranan Ilmu Falak dalam Pentadbiran Syariah Negeri“.

Dalam sesi ini, Dr. Radzuan menjelaskan secara rinci pentingnya ilmu falak sebagai salah satu fondasi administrasi syariah di Malaysia, seperti menentukan jadwal waktu shalat, awal puasa Ramadhan, hingga Hari Raya. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang falak menjadi kunci pengelolaan urusan keagamaan yang efektif dan sesuai syariat.

Setelah sesi pagi yang padat ilmu, para mahasiswa melaksanakan makan tengah hari dan salat Zuhur berjamaah. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tema lanjutan yakni “Asas Hisab dan Rukyah” yang juga disampaikan Dr. Radzuan bin Nordin. Dalam materi ini, mahasiswa dikenalkan pada konsep dasar perhitungan astronomi (hisab) dan metode pengamatan langsung hilal (rukyat) untuk menentukan awal bulan hijriyah.

Koordinator KKN Internasional IAITF Dumai, Dr. Deni Suryanto, M.Pd, memberikan apresiasi besar atas sesi pembelajaran ini. Ia menyebut bahwa ilmu falak bukan hanya bagian dari tradisi akademik Islam, tetapi juga instrumen penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. “Materi falak ini membuka wawasan mahasiswa bahwa Islam sangat memperhatikan ketepatan waktu dan administrasi kehidupan beragama. Mereka kini memahami bagaimana administrasi syariah bisa dikelola secara profesional dan berbasis ilmu astronomi,” ungkap Dr. Deni.

Salah seorang mahasiswa peserta, Mira, menyatakan kesannya yang begitu mendalam terkait sesi ini. “Seru sekali belajar tentang hisab dan rukyat langsung dari pakar di sini. Saya baru paham bedanya takwim masehi dan takwim qamari, serta pentingnya memahami kalender qamari, karena erat kaitannya dengan perhitungan haul zakat dan masa iddah,” tuturnya penuh antusias.

Ia pun menambahkan pentingnya memahami kalender Islam, mengutip ayat Al-Qur’an dalam Surah At-Taubah ayat 36, yang menyatakan:

Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana yang ditetapkan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”

Dengan sesi pembelajaran yang kaya ilmu ini, mahasiswa bukan hanya mendapat pemahaman tentang teknik falak, tetapi juga kesadaran akan urgensi penguasaan ilmu ini dalam konteks kehidupan beragama, sosial, dan administrasi negara. Dengan bekal ini, diharapkan mahasiswa KKN-KIPSM bisa membawa pulang wawasan yang luas dan semangat baru untuk memperkuat literasi Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Written by