Iaitfdumai.ac.id – PEKANBARU — Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai berencana menggelar konferensi internasional pada November 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. Solehah Yaacob. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Kampus IAITF Dumai dan akan melibatkan sejumlah lembaga serta organisasi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan keilmuan dan kebudayaan Melayu.
Dalam rangka mempersiapkan kegiatan tersebut, Rektor IAITF Dumai Assoc. Prof. Dr. HM Rizal Akbar, M.Phil., didampingi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAITF Dumai, Dr (Cand) Dawami S.Sos M.I.Kom, serta Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Deni Suryanto M.Pd, melakukan kunjungan ke Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (17/9/2026).



Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Pertemuan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya IAITF Dumai membangun kolaborasi dengan LAMR dalam pelaksanaan konferensi internasional serta menyampaikan rencana kehadiran Prof. Dr. Solehah Yaacob.
“Insyaallah, direncanakan kegiatan akan dilaksanakan pada 11–14 November. Konferensi internasional ini akan berkolaborasi dengan Perhimpunan Ilmiah Pesisir Selat Melaka dan kami juga berencana mengajak LAMR untuk terlibat,” ungkap Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. HM Rizal Akbar.
Selain agenda konferensi, IAITF Dumai juga merencanakan kegiatan kunjungan budaya dan sejarah. Salah satunya adalah membawa Prof. Dr. Solehah Yaacob mengunjungi situs Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman dan wawasan peserta terkait sejarah, kebudayaan, serta peradaban Melayu di Riau.
Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyambut positif rencana kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Prof. Dr. Solehah Yaacob menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan keilmuan sekaligus memperdalam kecintaan terhadap kebudayaan Melayu.
“Ini kegiatan luar biasa. Apalagi bisa menghadirkan Prof. Dr. Solehah Yaacob. Semoga kegiatan ini sukses dan keilmuan serta kecintaan kita terhadap Melayu semakin mendalam,” ungkap Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.
Pertemuan IAITF Dumai dengan LAMR tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Islam, lembaga adat, dan jaringan keilmuan dalam mengembangkan kajian Islam, Melayu, serta kawasan Pesisir Selat Melaka. ***
Penulis: Dawam Bukitbatu
