Dumai/Siak – Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai bersama Perkumpulan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) akan menggelar Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka dengan tema “Bāb al-Qawā‘id dan Kesultanan Islam Nusantara”, pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni secara luring di Ruang Raja Indra Pahlawan Lantai 2, Kantor Bupati Siak, serta secara daring melalui Zoom Meeting.
Seminar internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kajian sejarah, budaya, hukum, keislaman, dan peradaban Melayu di kawasan Pesisir Selat Melaka. Salah satu fokus utama pembahasan adalah Bāb al-Qawā‘id, sebuah khazanah manuskrip yang berkaitan dengan tata aturan dan kehidupan masyarakat dalam lingkungan Kesultanan Siak Sri Indrapura serta memiliki arti penting dalam membaca perkembangan pemerintahan, hukum, perdagangan, dan kehidupan sosial masyarakat Melayu pada masa lalu.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh sebagai Keynote Speaker, yaitu Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si., Bupati Siak; Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno, Presiden PIPSM; serta Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekretaris Jenderal PIPSM.
Selain keynote speaker, seminar ini juga menghadirkan akademisi, peneliti, ulama, dan tokoh adat dari Indonesia dan Malaysia sebagai narasumber. Mereka adalah Ustaz Ahmad Syarifuddin, S.H. dari IAITF Dumai, Prof. Dr. Hj. R.A. Huzaifah Dato’ Hasim, S.E. dari DMDI International College, Malaysia, Dr. Azizur Rahman Ramli dari Universiti Teknologi MARA Cawangan Johor, Malaysia, Datuk Seri Drs. H. Arfan Usman, M.Pd., Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak, serta Dr. M. Hatta, M.Pd., Ketua STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak.
Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekjen PIPSM, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., menilai kajian terhadap manuskrip Melayu seperti Bāb al-Qawā‘id tidak seharusnya berhenti pada pembacaan terhadap teks sejarah. Manuskrip tersebut perlu ditempatkan sebagai sumber pengetahuan untuk memahami bagaimana masyarakat Melayu membangun institusi, mengatur hubungan sosial, menjalankan aktivitas ekonomi dan perdagangan, serta membentuk tata pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Seminar ini juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kajian manuskrip, sejarah kesultanan, kebudayaan Melayu, dan penelitian perguruan tinggi. Dalam konteks yang lebih luas, kekayaan sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi basis wisata sejarah dan wisata berbasis riset, khususnya dengan melibatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dari negara-negara di kawasan ASEAN.
Pengembangan Siak sebagai destinasi akademik dan penelitian dinilai dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kehadiran akademisi, mahasiswa, peneliti, dan wisatawan berbasis pengetahuan berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal, mulai dari UMKM, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, kerajinan Melayu, perhotelan hingga jasa pemandu wisata sejarah.
Bagi IAITF Dumai, penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus memperkuat distingsi institusi dalam pengembangan kajian Islam, Melayu, manuskrip ulama, ekonomi dan pembangunan masyarakat Pesisir Selat Melaka. Seminar internasional ini juga menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik IAITF bersama PIPSM serta perguruan tinggi dan lembaga kebudayaan di Indonesia dan Malaysia.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai Bāb al-Qawā‘id, Kesultanan Siak Sri Indrapura, serta keterkaitannya dengan perkembangan kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara. Diskusi juga diharapkan menghasilkan gagasan penelitian baru, publikasi ilmiah, kerja sama antarlembaga, serta agenda penelitian bersama mengenai manuskrip dan sejarah Pesisir Selat Melaka.
Seminar terbuka bagi akademisi, dosen, mahasiswa, peneliti, pemerhati sejarah, budayawan, tokoh adat, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan peradaban Melayu.
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal: Rabu, 12 Agustus 2026
Waktu: 09.00 WIB
Pelaksanaan: Hybrid System
Lokasi Luring: Ruang Raja Indra Pahlawan Lt. 2, Kantor Bupati Siak
Zoom Meeting
Link Zoom:
https://us06web.zoom.us/j/87232668933?pwd=t7ZTVcn6o8eazPcRqPjpQl0M8Nq39m.1
Meeting ID: 872 3266 8933
Passcode: 764422
Pendaftaran
Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui:
https://bit.ly/SeminarSelatMelaka-IAITF2026
Melalui Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka ini, IAITF Dumai bersama PIPSM berharap warisan intelektual dan kebudayaan Melayu tidak hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dikembangkan menjadi sumber ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan, pembangunan ekonomi masyarakat, serta penguatan jejaring peradaban Melayu di kawasan ASEAN.
IAITF Dumai – Berkhidmat untuk Keilmuan, Keislaman, Kemelayuan, dan Pembangunan Masyarakat Pesisir Selat Melaka.
