Mengakhiri Pengabdian di Melaka, Peserta KKN Internasional KIPSM 2026 Siap Melanjutkan Karya di Tanah Air

Iaitfdumai.ac.id – Dumai – Setelah sembilan hari mengikuti rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KIPSM) 2026 di Melaka, Malaysia, peserta Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai dan STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi akhirnya kembali ke Indonesia pada Selasa (28/7/2026). Meski kegiatan internasional telah berakhir, semangat pengabdian para peserta tidak berhenti sampai di sini. Sesuai konsep KKN KIPSM 2026, pengabdian akan tetap digenapkan selama 40 hari melalui pelaksanaan program di instansi masing-masing sekaligus penyelesaian penulisan buku Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka Jilid II.

Sejak pagi hari, para peserta memanfaatkan waktu terakhir untuk merapikan barang bawaan dan menyelesaikan proses administrasi hotel. Tepat pukul 12.30 waktu Malaysia, seluruh rombongan melakukan check out dari Hotel Tun Fatimah, Melaka, sebelum bertolak menuju Pelabuhan Melaka.

Sekitar pukul 13.00 waktu Malaysia, rombongan tiba di pelabuhan dan melanjutkan proses keberangkatan. Seluruh peserta memasuki pemeriksaan imigrasi sekitar pukul 13.30, kemudian pada pukul 14.00 lebih kapal mulai berlayar meninggalkan Malaysia menuju Dumai. Alhamdulillah, perjalanan laut berlangsung lancar dengan kondisi cuaca yang bersahabat sehingga rombongan tiba di Pelabuhan Dumai sekitar pukul 16.00 WIB.

Setibanya di Indonesia, seluruh peserta kembali menjalani proses pemeriksaan keimigrasian dan pemeriksaan barang bawaan. Setelah seluruh prosedur selesai, sekitar pukul 17.00 WIB para peserta keluar dari kawasan pelabuhan dan disambut hangat oleh keluarga yang telah menunggu sejak sore hari. Suasana haru dan bahagia tampak mewarnai pertemuan tersebut setelah hampir sembilan hari para mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik, pengabdian masyarakat, dan penguatan budaya di Negeri Melaka.

Dari keseluruhan peserta, terdapat empat mahasiswa yang menunda kepulangan ke Indonesia karena memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi terlebih dahulu ke rumah keluarga mereka di Malaysia. Hal tersebut telah dikoordinasikan dengan panitia sebagai bagian dari perjalanan pribadi setelah seluruh agenda resmi KKN Internasional selesai dilaksanakan.

Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, M.Phil., menyampaikan bahwa berakhirnya kegiatan di Malaysia bukanlah akhir dari proses pengabdian, melainkan awal dari implementasi pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti KKN Internasional.

“KKN Internasional ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi perjalanan membangun cara berpikir, karakter, jejaring, dan peradaban. Apa yang telah dipelajari di Melaka hendaknya dibawa pulang untuk diterapkan di lingkungan masing-masing. Pengabdian belum selesai. Masih ada amanah untuk menyelesaikan program selama 40 hari dan menghadirkan karya ilmiah berupa buku Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka Jilid II sebagai warisan intelektual bagi generasi berikutnya.”

Senada dengan itu, Ketua LP2M IAITF Dumai, Muhammad Farid Firdaus, M.H., mengapresiasi dedikasi seluruh peserta yang telah menjaga nama baik institusi selama berada di Malaysia.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Mahasiswa telah menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan masyarakat serta mitra internasional. Kini tugas berikutnya adalah menyempurnakan laporan pengabdian dan menyelesaikan penulisan buku sebagai luaran akademik KKN Internasional tahun ini.”

Sementara itu, salah seorang peserta dari STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi, Yogi Syahputra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari KKN Internasional KIPSM 2026.

“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh panitia dan bapak-ibu dosen yang telah mempercayai saya menjadi peserta KKN Internasional. Saya juga memohon maaf apabila selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ada kesalahan, baik kepada panitia, para dosen, maupun teman-teman peserta. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Mudah-mudahan KKN Internasional ini semakin maju dan pada tahun-tahun mendatang tidak hanya dilaksanakan di Malaysia, tetapi juga dapat menjangkau negara-negara lain. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas seluruh bimbingan yang telah diberikan.”

Selama sembilan hari pelaksanaan KKN Internasional KIPSM 2026, peserta telah mengikuti berbagai agenda penting, mulai dari pengabdian masyarakat, kolokium internasional, seminar akademik, ziarah sejarah Islam, observasi budaya Melayu, hingga penyusunan buku Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka Jilid II. Seluruh rangkaian tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi pendidikan tinggi dalam memperkuat jejaring akademik, melestarikan khazanah Islam serantau, serta membangun karakter mahasiswa yang berwawasan global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kemelayuan.

Dengan berakhirnya perjalanan di Negeri Melaka, KKN Internasional KIPSM 2026 resmi menutup agenda internasionalnya. Namun semangat belajar, mengabdi, meneliti, dan berkarya akan terus berlanjut hingga seluruh program pengabdian selama 40 hari terselesaikan, sekaligus melahirkan karya intelektual yang menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan khazanah Islam di kawasan Pesisir Selat Melaka.

Written by