Usai Mengabdi di Kampung Balik Batu, Peserta KKN-KIPSM 2026 Jelajahi Khazanah Ilmu Falak Melaka

Pada Selasa, 21 Juli 2026, memasuki hari kedua pelaksanaan KKN Internasional Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka (KKN-KIPSM) 2026, para peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan kunjungan ilmiah ke Galeri Pameran dan Planetarium Kompleks Falak Al-Khawarizmi, Melaka. Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut dilaksanakan setelah para peserta menyelesaikan agenda pengabdian kepada masyarakat di Kampung Balik Batu, Tanjung Bidara, Melaka.

Kunjungan ilmiah ini menjadi bagian penting dari rangkaian KKN-KIPSM 2026 karena mempertemukan kajian keislaman dengan pendekatan sains dan teknologi. Setibanya di Kompleks Falak Al-Khawarizmi, peserta diajak mengunjungi galeri pameran dan memperoleh penjelasan mengenai perkembangan ilmu falak serta penerapannya dalam kehidupan umat Islam di Malaysia.

Dalam sesi tersebut, peserta menerima materi mengenai mekanisme penetapan awal bulan Hijriah di Malaysia, penggunaan metode rukyah dan hisab, pengamatan terhadap pergerakan Matahari, serta praktik penentuan waktu salat berdasarkan posisi Matahari. Materi ini memberikan pemahaman bahwa ilmu falak tidak hanya berkaitan dengan kajian teoritis, tetapi juga memiliki fungsi langsung dalam pelaksanaan ibadah umat Islam.

Materi disampaikan oleh Nor Nazmi bin Razali, Pegawai Sains Bahagian Falak Syarie, Jabatan Mufti Negeri Melaka. Dengan penjelasan yang sistematis dan mudah dipahami, ia menguraikan hubungan antara perhitungan astronomi, observasi benda langit, dan keputusan-keputusan keagamaan yang berkaitan dengan kalender Hijriah, arah kiblat, serta waktu-waktu ibadah.

Para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya ketelitian dalam proses rukyah dan hisab. Pengamatan hilal, misalnya, tidak hanya memerlukan kemampuan melihat objek langit, tetapi juga didukung oleh data astronomi, kondisi cuaca, posisi Matahari dan Bulan, serta penggunaan peralatan observasi yang memadai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah dan makan malam bersama. Suasana kebersamaan tersebut semakin mempererat hubungan antara peserta dari Indonesia, para akademisi dan pendamping dari Malaysia, serta pengelola Kompleks Falak Al-Khawarizmi.

Selepas makan malam, peserta mengikuti sesi observasi langit malam dengan menggunakan teleskop modern. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada teknik dasar pengamatan astronomi dan cara mengenali sejumlah objek langit yang dapat diamati pada malam tersebut.

Melalui teleskop, peserta memperoleh kesempatan melihat secara langsung benda-benda langit, seperti Bulan, bintang, serta objek astronomi lainnya yang berada dalam jangkauan pengamatan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama pelaksanaan KKN Internasional karena peserta tidak hanya menerima penjelasan di dalam ruangan, tetapi juga menyaksikan secara langsung fenomena alam yang selama ini dipelajari melalui buku dan perkuliahan.

Bagi para mahasiswa, kegiatan di Kompleks Falak Al-Khawarizmi bukan sekadar wisata ilmiah. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keimanan. Hamparan langit yang luas beserta keteraturan gerak benda-benda angkasa menjadi pengingat akan keagungan dan kebesaran Allah Swt. dalam menciptakan alam semesta.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pendidikan Islam yang memandang alam sebagai ayat-ayat kauniyah yang perlu diamati, dikaji, dan direnungkan. Dengan demikian, pembelajaran astronomi tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga menumbuhkan sikap tafakur, rasa syukur, dan kesadaran spiritual.

Kegiatan observasi ini juga memperlihatkan bahwa ilmu falak memiliki posisi penting dalam tradisi keilmuan Islam. Sejak dahulu, para ilmuwan Muslim telah mengembangkan ilmu astronomi untuk berbagai kepentingan, seperti penentuan waktu salat, arah kiblat, kalender Hijriah, pelayaran, dan pemetaan wilayah.

Kunjungan ilmiah ke Kompleks Falak Al-Khawarizmi melengkapi agenda pengabdian masyarakat yang sebelumnya dilaksanakan di Kampung Balik Batu, Tanjung Bidara. Pada siang hari, peserta berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, sedangkan pada sore hingga malam hari mereka memperluas wawasan melalui pembelajaran ilmu falak dan observasi astronomi.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa KKN-KIPSM 2026 dirancang tidak hanya sebagai program pengabdian, tetapi juga sebagai proses pembelajaran kontekstual. Mahasiswa memperoleh pengalaman sosial di tengah masyarakat sekaligus pengalaman akademik melalui kunjungan ke lembaga ilmu pengetahuan.

Kolaborasi antara IAITF Dumai, STAI Ar-Ridho, UiTM Malaysia, Kompleks Falak Al-Khawarizmi, dan masyarakat Kampung Balik Batu memperlihatkan kuatnya semangat kerja sama dalam penyelenggaraan KKN Internasional KIPSM 2026. Sinergi tersebut tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga memperluas ruang pertukaran ilmu, budaya, dan pengalaman lintas negara.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguatan keimanan dapat berjalan secara beriringan. KKN Internasional tidak berhenti pada aktivitas sosial, tetapi juga menjadi wahana membangun jejaring akademik, mempererat persaudaraan serumpun, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.

Kegiatan pada hari kedua tersebut akhirnya meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Dari pengabdian di Kampung Balik Batu hingga observasi langit malam di Kompleks Falak Al-Khawarizmi, peserta diajak memahami bahwa masyarakat dan alam semesta sama-sama merupakan ruang pembelajaran yang luas.

Melaka pada malam itu bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan internasional, tetapi juga menjadi ruang perenungan. Di bawah hamparan langit yang terbentang, para peserta menyaksikan bagaimana ilmu pengetahuan dapat membawa manusia semakin dekat kepada Sang Pencipta—sebab semakin luas cakrawala ilmu dibuka, semakin nyata pula kebesaran Allah Swt. terbaca.

Written by