DUMAI – Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dan Kolokium Internasional yang akan dilaksanakan di Melaka, Malaysia. Sebanyak 70 peserta dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Negeri Hang Tuah pada 20 Juli 2026.
Kegiatan internasional tersebut merupakan hasil kolaborasi antara IAITF Dumai dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Masjid Kampung Hulu Melaka, serta Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Melaka. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran keilmuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan Peradaban Melayu Selat Melaka.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAITF Dumai, M. Farid Firdaus, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini memiliki nilai strategis karena mengintegrasikan program pengabdian masyarakat dengan penguatan budaya akademik pada jenjang pascasarjana.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi IAITF bersama UiTM Melaka, Masjid Kampung Hulu Melaka, dan Jabatan Mufti Kerajaan Melaka. Sebanyak 70 peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan internasional yang terdiri atas mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana. Ini merupakan bentuk nyata komitmen IAITF dalam mengembangkan pendidikan yang berwawasan internasional sekaligus memperkuat jejaring keilmuan di kawasan Selat Melaka,” ujar M. Farid Firdaus.
Menurutnya, peserta KKN Internasional merupakan mahasiswa Program Sarjana (S1) semester VI yang akan melaksanakan berbagai program pengabdian kepada masyarakat di Melaka. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, lembaga keagamaan, institusi pendidikan, serta berbagai komunitas Melayu sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Program KKN Internasional IAITF sendiri telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2017 dan terus berkembang sebagai salah satu program unggulan institusi dalam membangun pengalaman internasional mahasiswa. Selain meningkatkan kompetensi sosial dan akademik, program ini juga menjadi media untuk memperkuat hubungan masyarakat serumpun Melayu di kawasan Selat Melaka.
Tidak hanya itu, kegiatan tahun ini juga akan dirangkaikan dengan Kolokium Internasional Pascasarjana, yang menjadi forum ilmiah bagi mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) IAITF Dumai. Dalam forum tersebut, para mahasiswa akan mempresentasikan (membentangkan) sinopsis tesis mereka di hadapan akademisi dan pakar dari Indonesia maupun Malaysia untuk memperoleh berbagai masukan akademik sebagai penyempurnaan penelitian.
Kolokium Internasional ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa sekaligus memperluas wawasan akademik melalui diskusi ilmiah lintas negara. Dengan melibatkan mitra perguruan tinggi dan institusi keagamaan di Malaysia, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring penelitian yang lebih luas serta memahami berbagai perspektif dalam pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam.
Selain kegiatan akademik, peserta juga akan mengikuti berbagai aktivitas yang memperkenalkan sejarah, budaya, dan peradaban Melayu di Melaka. Kunjungan ke situs-situs bersejarah, dialog kebudayaan, serta interaksi dengan tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dari pengalaman belajar mahasiswa selama berada di Malaysia.
Bagi IAITF Dumai, pelaksanaan KKN dan Kolokium Internasional merupakan implementasi nyata dari visi institusi sebagai “Perguruan Tinggi Islam yang Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbasis Peradaban Melayu Selat Melaka Tahun 2045.” Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman internasional, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai hubungan historis, budaya, dan keilmuan antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.
Dengan pemberangkatan 70 peserta pada 20 Juli mendatang, IAITF Dumai kembali menegaskan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi Islam di Indonesia yang secara konsisten mengembangkan program internasional berbasis pengabdian masyarakat, penelitian, dan penguatan Peradaban Melayu Selat Melaka. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, baik bagi mahasiswa, institusi, maupun masyarakat di kedua negara, sekaligus memperkokoh kerja sama akademik Indonesia–Malaysia di masa yang akan datang.
ditulis oleh : Vini
