KKN Lokal IAITF Dumai 2026 Targetkan Dua Tokoh Besar Pesisir Selat Melaka: Raja Kecil dan Tengku Buang Asmara

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Bagi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, KKN tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi wahana strategis dalam memperkuat identitas akademik institusi yang berbasis Peradaban Melayu Pesisir Selat Melaka.

Sejak tahun 2022, IAITF Dumai secara konsisten mengembangkan model KKN Tematik yang berfokus pada penguatan potensi kawasan Pesisir Selat Melaka. Pilihan tema ini bukan tanpa alasan. Selat Melaka merupakan kawasan yang memiliki nilai historis, budaya, ekonomi, dan peradaban yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan Islam di Nusantara. Oleh karena itu, KKN Tematik IAITF diarahkan untuk menggali, mendokumentasikan, serta mengembangkan potensi lokal yang berada di sepanjang kawasan pesisir tersebut.

Perjalanan panjang KKN Tematik Pesisir Selat Melaka menunjukkan komitmen IAITF dalam membangun model pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga berbasis riset dan pelestarian khazanah budaya Melayu. Tahun 2022 menjadi tonggak awal ketika mahasiswa KKN ditempatkan di Pulau Rupat dengan fokus pada pengembangan potensi wisata pantai di kawasan pesisir Selat Melaka. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan.

Pada tahun 2023, KKN Tematik dilanjutkan di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Selain tetap mengangkat tema pengembangan kawasan pesisir Selat Melaka, mahasiswa juga diarahkan untuk menggali ketokohan Datuk Laksamana Raja di Laut yang memiliki peran penting dalam sejarah Melayu pesisir. Pendekatan ini menunjukkan bahwa KKN IAITF tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada penguatan identitas sejarah dan budaya lokal.

Tahun 2024, kegiatan KKN berlanjut di Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki hubungan erat dengan jalur perdagangan dan peradaban Melayu Selat Melaka. Berbagai program pengabdian dikembangkan dengan mengintegrasikan aspek pendidikan, sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan komunitas pesisir.

Pada tahun 2025, tema yang sama kembali dilaksanakan di beberapa desa, yaitu Desa Miskom, Prapat Tunggal, Simpang Ayam, dan Teluk Latak. Kegiatan tersebut memperluas cakupan pengabdian dengan menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat, literasi budaya, dokumentasi sejarah lokal, serta pengembangan potensi desa berbasis karakteristik pesisir. Konsistensi tema yang diangkat menunjukkan bahwa IAITF memiliki visi jangka panjang dalam membangun pusat kajian dan pengabdian masyarakat berbasis Peradaban Melayu Pesisir Selat Melaka.

Memasuki tahun 2026, KKN Lokal IAITF Dumai mengambil langkah yang lebih strategis dengan menargetkan kawasan sekitar makam Raja Kecil dan putranya, Tengku Buang Asmara, di Kabupaten Siak. Pilihan lokasi ini memiliki makna yang sangat penting karena kedua tokoh tersebut merupakan bagian dari sejarah besar Kesultanan Siak Sri Indrapura yang memiliki pengaruh luas dalam perkembangan politik, budaya, dan peradaban Melayu di kawasan Selat Melaka.

Raja Kecil merupakan tokoh sentral dalam sejarah Melayu yang dikenal sebagai pendiri Kesultanan Siak Sri Indrapura. Perjuangannya dalam membangun kerajaan serta mempertahankan eksistensi politik Melayu menjadi bagian penting dari narasi sejarah Nusantara. Sementara itu, Tengku Buang Asmara merupakan salah satu tokoh yang turut mewarnai perjalanan sejarah kerajaan tersebut dan memiliki hubungan erat dengan perkembangan masyarakat Melayu di kawasan pesisir.

Melalui KKN Tematik tahun 2026, mahasiswa IAITF diharapkan tidak hanya melaksanakan program-program pengabdian konvensional, tetapi juga melakukan eksplorasi sejarah, pendokumentasian situs budaya, penguatan literasi sejarah masyarakat, serta pengembangan potensi wisata religi dan wisata sejarah berbasis masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan visi IAITF untuk menjadikan pengabdian masyarakat sebagai sarana pelestarian dan pengembangan Peradaban Melayu Selat Melaka.

Kehadiran mahasiswa di kawasan sekitar makam Raja Kecil dan Tengku Buang Asmara juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya Melayu. Dalam era globalisasi yang sering kali menyebabkan memudarnya identitas lokal, upaya menggali kembali ketokohan dan nilai-nilai sejarah menjadi sangat penting sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa.

Lebih jauh, kegiatan KKN ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai luaran akademik seperti dokumentasi sejarah, publikasi ilmiah, buku populer, video dokumenter, peta budaya, hingga pengembangan basis data tokoh-tokoh Melayu pesisir. Luaran tersebut tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga dapat memperkaya khazanah kajian Melayu di tingkat nasional dan internasional.

Bagi IAITF Dumai, KKN Tematik Pesisir Selat Melaka merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat distingsi institusi sebagai perguruan tinggi Islam yang berbasis Peradaban Melayu Selat Melaka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan sosial, tetapi juga menyangkut upaya menjaga memori kolektif, identitas budaya, dan nilai-nilai peradaban yang diwariskan oleh para pendahulu.

Dengan menjadikan Raja Kecil dan Tengku Buang Asmara sebagai fokus utama KKN Lokal tahun 2026, IAITF Dumai menunjukkan komitmennya dalam menghubungkan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam satu kesatuan yang utuh. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi IAITF sebagai pelopor pengembangan kajian dan pengabdian berbasis Peradaban Melayu Pesisir Selat Melaka.

Dengan demikian, KKN Lokal IAITF Dumai 2026 bukan sekadar program pengabdian tahunan, tetapi merupakan bagian dari gerakan intelektual dan kultural untuk membangun kesadaran sejarah, memperkuat identitas Melayu, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari pesisir Selat Melaka, IAITF terus berupaya membangun peradaban, melestarikan warisan sejarah, dan menyiapkan generasi masa depan yang memahami akar budayanya sekaligus mampu menghadapi tantangan global.

Esai ditulis oleh : Dr Wiwid Hadi Sumitro (Kapus Pesisir Selat Melaka LP2M IAITF)

Written by