Iaitfdumai.ac.id – DUMAI, Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai menyiapkan skema Beasiswa Center for Islamic Philanthropy and Social Finance (CIPSF) memasuki gelombang ketiga Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Program beasiswa ini dirancang untuk membantu calon mahasiswa dari kalangan kurang mampu, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) agar tetap dapat mengakses pendidikan tinggi berbasis nilai Islam dan Keilmuan.

Demikian disampaikan Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si, M.Phil dalam rapat evaluasi intensif Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Kamis, 28 Agustus 2025, dimulai dari 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dalam rapat dihadiri Wakil Rektor IAITF Dumai, Dr. Windayani, M.Pd, Ketua SPI, Ketua LPM, Ketua LP2M, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tamadun Melayu, Dekan Fakultas Syariah dan Dekan Fakultas Ekonomi Islam serta sejumlah ketua prodi, tendik dan Direktur Pelayanan Terpadu (P2T) IAITF Dumai.

Dalam rapat yang dipimpin Rektor ini, hasil evaluasi menunjukkan bahwa dua program studi di Fakultas Tarbiyah dan Tammadun Melayu yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) telah mencapai kuota target mahasiswa baru. Namun, tiga program studi lainnya masih berada di bawah ambang target sehingga memerlukan upaya tambahan untuk meningkatkan animo pendaftar.
“Fokus kita saat ini bukan hanya angka pendaftar, tetapi bagaimana membuka akses selebar-lebarnya bagi generasi muda yang berpotensi tapi terkendala biaya untuk menuntut ilmu pengetahuan agama dan umum sehingga bisa menjawab masa depan. Semangat inklusivitas dan kebermanfaatan sosial adalah prinsip utama dalam menghadapi tantangan PMB tahun ini,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor IAITF Dumai, Dr Windayani MPd menegaskan bahwa kampus telah menyiapkan tim khusus untuk memaksimalkan jalur promosi dan afirmasi melalui pendekatan ke masyarakat dengan serta pemanfaatan dana filantropi melalui CIPSF.
‘’Beasiswa CIPSF (Center for Islamic Philanthropy and Social Finance) ini dirancang untuk membantu calon mahasiswa dari kalangan kurang mampu, khususnya di daerah 3T, agar tetap dapat mengakses pendidikan tinggi berbasis nilai Islam dan keilmuan,’’tegasnya.
Pandangan senada juga disampaikan Ketua Sistem Pengawasan Internal, Hj Lestary Fitriany ME dan Ketua LP2M, Muhammad Farid Firdaus, M.H bahwa menyoroti pentingnya sinergi antara fakultas dan lembaga non-akademik dalam memastikan mahasiswa yang didukung beasiswa tidak hanya masuk, tetapi juga lulus dengan mutu unggul.

Dengan evaluasi ini, IAITF Dumai menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang terjangkau, berkualitas, dan berdampak. Prodi PAI dan MPI yang lebih dahulu mencapai target menunjukkan bahwa strategi kolaboratif dan pendekatan personal ke masyarakat terbukti efektif.‘
’Namun, perjuangan belum selesai. Tiga prodi lainnya masih menjadi perhatian utama. Dengan dorongan beasiswa CIPSF, harapannya IAITF Dumai dapat memastikan tidak ada anak bangsa tertinggal karena alasan ekonomi. Kebijakan ini sejalan dengan prinsip penjaminan mutu internal kampus. PMB bukan sekadar kuantitas, tetapi bagian dari sistem tata kelola mutu IAITF yang berkelanjutan,” tegas Ketua Lembaga Penjamian Mutu (LPM) IAITF Dumai, Dr (Cand) Dawami S.Sos M.I.Kom.
*Penulis: Nini Nursima
Editor: Dawami Bukitbatu
