Dies Natalis ke-27 IAITF Dumai: Menyalakan Semangat Perjuangan, Meneguhkan Langkah Menuju Kampus Berstandar Unggul & Internasional

Iaitfdumai.ac.id – DUMAI โ€“ Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai memperingati Dies Natalis ke-27 pada Ahad, 12 Juli 2026, melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Perayaan diawali dengan Sidang Senat Terbuka, dilanjutkan Stadium General, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pemotongan tumpeng, ziarah makam salah satu pendiri IAITF Dumai, hingga istigasah, pembacaan maulid, dan shalawat bersama.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Yayasan IAITF Dumai H. Hambali, S.H.I., Rektor IAITF Dumai Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., Wakil Rektor Dr. Windayani, M.Pd., Ketua Sistem Pengawasan Internal (SPI) Hj. Lestary Fitriany, M.E., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. (Cand.) Dawami, S.Sos., M.I.Kom., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Muhammad Farid Firdaus, M.H., Direktur Pusat Pelayanan Terpadu (P2T) Indah Zalina, M.E., serta para dekan, kepala program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni IAITF Dumai.

Turut hadir pula Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Deni Suryanto, M.Pd., Dekan Fakultas Syariah Dr. Susiana, M.A., Dekan Fakultas Ekonomi Islam Dr. Neneng Desi Susanti, M.Sy., Dr. Faizal Nurmatias, M.E, Dr. Wiwid Hadi Sumitro, S.Pd.I., M.Pd., Khairul Amri, M.Pd., Tengku Mahesa Khalid, M.M., Kasnan, S.H., M.H., Robiyatul Adawiyah, M.E., beserta seluruh sivitas akademika IAITF Dumai.

Sidang Senat Terbuka dibuka secara resmi oleh Ketua Senat sekaligus Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil. Dalam sambutannya, beliau membuka pidato dengan pantun Melayu sebagai simbol kecintaan terhadap budaya yang menjadi distingsi IAITF Dumai.

Rektor mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan usia ke-27 sebagai momentum memperkuat semangat perjuangan membangun kampus.

Jangan pernah kehilangan semangat. Kampus ini bukan milik pribadi, tetapi milik Allah SWT. Kampus ini telah diwakafkan oleh pendiri. Karena itu, tugas kita adalah menjaga amanah ini dan terus membesarkannya bersama.”

Beliau mengenang perjuangan para pendiri IAITF Dumai yang tidak lepas dari berbagai tantangan, keterbatasan, bahkan cibiran ketika membangun kampus ini. Namun, seluruh proses tersebut justru menjadi fondasi kuat yang mengantarkan IAITF terus berkembang hingga hari ini.

Rektor juga menyinggung dinamika penerimaan mahasiswa baru yang saat ini mengalami penurunan secara nasional. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh memadamkan optimisme seluruh keluarga besar IAITF.

Keberhasilan sebuah institusi bukan hanya ditentukan oleh modal, dukungan politik, ataupun akses terhadap pemerintah. Yang paling menentukan adalah semangat juang orang-orang di dalamnya. Maksimalkan seluruh potensi yang kita miliki, jangan pernah berhenti belajar, jangan mudah puas, dan jangan sibuk dengan informasi yang tidak benar. Kampus ini akan besar jika kita semua memiliki semangat yang besar pula.”

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IAITF Dumai dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang diwakili oleh Bapak Samsul. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kapasitas mahasiswa.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Stadium General oleh Islam Dr. Neneng Desi Susanti, M.Sy., yang memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus mengembangkan kapasitas akademik, kepemimpinan, dan daya saing di tengah perubahan zaman.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 27 tahun IAITF Dumai, seluruh pimpinan kampus bersama sivitas akademika melaksanakan pemotongan tumpeng Dies Natalis ke-27 yang berlangsung penuh kekeluargaan.

Menjelang sore hari, keluarga besar IAITF Dumai melaksanakan ziarah ke makam almarhum Dr. H. Ahmad Rozai Akbar, M.H., salah seorang tokoh penting dalam sejarah berdirinya IAITF Dumai. Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa, pengorbanan, dan dedikasi beliau dalam membangun pendidikan Islam di Kota Dumai.

Rangkaian Dies Natalis kemudian ditutup dengan shalat Magrib dan Isya berjamaah, makan malam bersama, dilanjutkan istigasah, pembacaan maulid, shalawat, serta mahalul qiyam sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa bersama agar IAITF Dumai senantiasa memperoleh keberkahan dan terus berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Dies Natalis ke-27 ini menjadi penegasan bahwa IAITF Dumai bukan hanya membangun institusi pendidikan, tetapi juga merawat nilai perjuangan, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang diwariskan para pendirinya. Dengan tema perjuangan yang terus menyala, IAITF Dumai optimistis melangkah menuju cita-cita sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam berbasis Tamadun Pesisir Selat Melaka yang diakui di tingkat nasional hingga internasional.

Penulis: Nini Nursima

Written by