Iaitfdumai.ac.id – DUMAI โ Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai melaksanakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 pada Ahad, 12 Juli 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Dies Natalis ke-27 IAITF Dumai. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi 82 mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, baik melalui KKN Internasional Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka maupun KKN Reguler.




Pembekalan dihadiri oleh Rektor IAITF Dumai Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., Wakil Rektor Dr. Windayani, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Deni Suryanto, M.Pd., Dekan Fakultas Syariah Dr. Susiana, M.A., Dekan Fakultas Ekonomi Islam Dr. Neneng Desi Susanti, M.Sy., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Muhammad Farid Firdaus M.H., Dr. Fazal Nurmatias, M.E., Dr. Wiwid Hadi Sumitro, S.Pd.I., M.Pd., Kasnan, S.H., M.H., Dr. (Cand.) Dawami, S.Sos., M.I.Kom., Nur Hafizah, S.Pd., serta diikuti oleh mahasiswa dari seluruh fakultas dan program studi di lingkungan IAITF Dumai, tidak hanya dari Fakultas Tarbiyah.
Tahun ini, IAITF Dumai memberangkatkan 51 mahasiswa dalam program KKN Internasional Khazanah Islam Pesisir Selat Melaka yang akan dilaksanakan pada 20โ28 Juli 2026 di Kampung Hulu, Melaka, Malaysia. Sementara itu, 31 mahasiswa mengikuti KKN Reguler di Kabupaten Siak yang tersebar di Desa Buantan Besar (Kecamatan Siak), Kelurahan Kampung Rempak (Kecamatan Siak), dan Kelurahan Sungai Mempura (Kecamatan Mempura).




Kegiatan pembekalan dibuka oleh Ketua LP2M IAITF Dumai, Muhammad Farid Firdaus, M.H., yang menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki.
Dalam arahannya, Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., mengajak seluruh peserta KKN untuk memiliki cita-cita besar dan menjadikan pengabdian sebagai ruang belajar yang sesungguhnya.
“Milikilah cita-cita yang besar, setinggi langit. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang dimiliki hari ini. Jadikan KKN sebagai kesempatan belajar langsung dari masyarakat, karena pengalaman di lapangan akan membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata,” pesan Rektor.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi Akhlak dan Moral yang disampaikan oleh Dr. Wiwid Hadi Sumitro, S.Pd.I., M.Pd. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa di lokasi KKN bukan semata-mata diukur dari banyaknya program kerja, tetapi juga dari akhlak, kejujuran, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Selanjutnya, materi Etika Bermasyarakat dan Profesionalisme Mahasiswa disampaikan oleh Kasnan, S.H., M.H. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama melaksanakan KKN serta menjunjung tinggi etika dalam berinteraksi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, maupun warga setempat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. (Cand.) Dawami, S.Sos., M.I.Kom. mengenai jurnalistik dan publikasi kegiatan KKN. Beliau mengajak mahasiswa membiasakan diri menulis sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus mendokumentasikan setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan yang baik harus mampu didokumentasikan dan ditulis dengan baik. Menulis bukan hanya menghasilkan berita, tetapi juga menjadi bagian dari rekam jejak pengabdian mahasiswa kepada masyarakat,” ujarnya.
Salah satu pembaruan penting pada pelaksanaan KKN tahun ini adalah penerapan sistem pelaporan berbasis digital. Pada sesi Teknis Pelaporan KKN, Nur Hafizah, S.Pd. memaparkan mekanisme pelaporan yang kini dilakukan secara real-time melalui platform digital dan media sosial resmi. Seluruh peserta diberikan panduan mengenai penyusunan laporan harian, pengunggahan dokumentasi kegiatan, serta tata cara publikasi program kerja agar dapat dipantau secara langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan LP2M IAITF Dumai.
Penerapan sistem ini menjadi inovasi baru dalam pelaksanaan KKN IAITF Dumai. Selain mempermudah proses monitoring dan evaluasi, digitalisasi pelaporan juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas dokumentasi pengabdian mahasiswa yang dapat diakses secara cepat oleh pihak kampus.
Kegiatan pembekalan berlangsung lancar, interaktif, dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Berbagai sesi diskusi dimanfaatkan mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai pelaksanaan program kerja, etika bermasyarakat, strategi publikasi, hingga teknis pelaporan digital yang akan diterapkan selama KKN berlangsung.
Melalui pembekalan ini, IAITF Dumai berharap seluruh peserta mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta membawa nama baik almamater di tengah masyarakat. Dengan perpaduan antara penguatan karakter, kompetensi akademik, dan transformasi digital, pelaksanaan KKN Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik di tingkat lokal maupun internasional, sejalan dengan visi IAITF Dumai sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berakhlak, dan berbudaya Melayu.
Penulis: Nini Nursima
