IAITF Dumai Perkuat Peran LP2M dan Arah Strategis Riset, Dorong Transformasi Menuju Universitas

Iaitfdumai.ac.id – Transformasi Menuju UniversitasUpaya transformasi menuju Universitas Islam Tafaqquh Fiddin Dumai terus diperkuat melalui konsolidasi internal yang terarah dan strategis. Komitmen tersebut tercermin dalam rapat koordinasi pimpinan IAITF Dumai yang memfokuskan pembahasan pada penguatan peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) serta penajaman arah kebijakan riset dan pengabdian institusi.

Rapat yang berlangsung dinamis ini dihadiri langsung oleh Rektor IAITF Dumai Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, Wakil Rektor Dr. Windayani, M.Pd, Ketua LPM Dr. (Cand.) Dawami, M.I.Kom, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Deni Suryanto, M.Pd, Dekan Fakultas Syariah Dr. (Cand.) Susiana, M.A, Dekan Fakultas Ekonomi Islam Dr. (Cand.) Neneng Desi Susanti, M.Sy, Ketua LP2M Muhammad Farid Firdaus, M.H, Direktur P2T Indah Zalina, M.E, serta para kaprodi dan jajaran dosen.

Dalam forum tersebut, dilakukan penyerahan buku dokumen perencanaan institusi kepada seluruh peserta sebagai acuan utama pengembangan kelembagaan. Rektor menegaskan bahwa dokumen induk tersebut harus segera diturunkan ke dalam rencana strategis (renstra) di setiap fakultas dan unit kerja agar arah kebijakan institusi dapat berjalan secara sistematis dan terukur.

Namun demikian, dalam evaluasi yang mengemuka, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi, khususnya pada sektor LP2M. Di antaranya adalah produktivitas penelitian yang masih terbatas, publikasi internasional yang belum optimal, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang belum sepenuhnya berbasis riset, serta masih rendahnya kolaborasi penelitian.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan rapat menegaskan bahwa penguatan LP2M merupakan kunci dalam menopang akreditasi institusi dan program studi. Oleh karena itu, diperlukan langkah percepatan melalui penetapan arah pengembangan yang jelas, peningkatan integrasi riset dan pengabdian, serta optimalisasi program berbasis kebutuhan masyarakat.

Rektor IAITF Dumai menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan data penelitian yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kita harus memiliki sistem inventarisasi penelitian dan publikasi dosen yang jelas dan terukur. Setiap dosen wajib melaporkan aktivitas penelitian dan publikasinya setiap semester, sehingga seluruh data terdokumentasi dengan baik dan siap digunakan dalam proses akreditasi maupun pengajuan hibah,” tegasnya.

Ia juga mendorong LP2M untuk lebih progresif dalam menjalin kerja sama eksternal serta mampu memanfaatkan peluang pendanaan, termasuk melalui program hibah dan skema corporate social responsibility (CSR) dengan pendekatan yang proaktif.

Sementara itu, Ketua LP2M IAITF Dumai, Muhammad Farid Firdaus, M.H, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menindaklanjuti seluruh arahan pimpinan.

“Kami akan melakukan konsolidasi internal untuk menyatukan persepsi pengurus, sekaligus menyusun langkah strategis agar LP2M dapat berperan optimal sebagai penyangga utama dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung dua arah juga diwarnai berbagai masukan dari pimpinan fakultas dan lembaga. Dekan Fakultas Ekonomi Islam, Sekretaris LP2M, Ketua LPM, serta Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan pentingnya peningkatan kualitas publikasi ilmiah, penguatan budaya riset, serta kontribusi akademisi dalam penyusunan naskah akademik yang berdampak bagi kebijakan publik.

Secara keseluruhan, rapat ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan untuk menghidupkan kembali peran strategis LP2M sebagai pusat pengembangan ilmu yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan visi besar IAITF Dumai yang tengah berproses menuju transformasi kelembagaan menjadi universitas, dengan penguatan tridharma perguruan tinggi serta rencana penambahan program studi baru. Dengan konsolidasi yang semakin solid, IAITF Dumai optimis mampu membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan berdaya saing, khususnya di kawasan pesisir Selat Melaka.

Written by