Siak, 2 April 2026 — Dalam rangka menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Melayu-Islam, Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil., melaksanakan ziarah ke makam tokoh-tokoh penting Kesultanan Siak pada Kamis (2/4/2026).
Ziarah tersebut dilakukan ke Makam Raja Kecil atau Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, pendiri Kerajaan Siak, serta Makam Sultan Syarif Kasim II, raja terakhir Kesultanan Siak yang dikenal atas dedikasinya dalam mendukung kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor IAITF Dumai didampingi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Deni Surianto, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. (Can) Dawami, serta dua Kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), yakni Kasnan, M.H., dan Dr. Wiwid Hadi Sumitro.
Ziarah ini merupakan bagian dari tradisi Syawal, sebuah tradisi masyarakat Melayu yang dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, ulama, dan tokoh-tokoh bersejarah yang telah berjasa dalam membangun peradaban Islam di kawasan Melayu.
Dalam suasana khidmat, rombongan memanjatkan doa dan tahlil sebagai ungkapan penghormatan sekaligus refleksi atas nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, dan keislaman yang diwariskan oleh para pendiri dan pemimpin Kesultanan Siak.
Rektor IAITF Dumai menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini tidak sekadar tradisi, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran historis dan identitas keilmuan berbasis peradaban Melayu-Islam. Menurutnya, Kesultanan Siak merupakan salah satu pusat penting dalam jaringan intelektual dan politik Islam di kawasan Selat Melaka yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah Nusantara.
“Ziarah ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kepemimpinan, keilmuan, dan pengabdian yang diwariskan oleh para sultan. IAITF Dumai sebagai institusi pendidikan Islam memiliki tanggung jawab moral untuk merawat memori kolektif ini dan mentransformasikannya ke dalam pengembangan ilmu dan peradaban,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan visi IAITF Dumai sebagai pusat pengembangan kajian Islam, budaya Melayu, dan peradaban pesisir Selat Melaka. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sivitas akademika semakin memiliki keterikatan historis dan kultural dengan akar peradaban yang melahirkan identitas keislaman di kawasan tersebut.
Ziarah ditutup dengan doa bersama serta refleksi singkat mengenai pentingnya melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam konteks pendidikan, dakwah, dan pembangunan umat di era kontemporer.
Berita ditulis Oleh: Vini
