IAITF Dumai Mantapkan Kelas Pascasarjana Berstandar Internasional melalui Visiting Lecturer dari Kolej Antarabangsa DMDI Melaka

Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Program Pascasarjana (S2) Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas akademik melalui kolaborasi internasional T.A. Semester Genap 2025/2026. Pada Sabtu, 7 Maret 2026, Pascasarjana IAITF Dumai menghadirkan Prof. Dr. Abu Huzaifah B. Hashim, Dekan Faculty Peradaban dan Seni dari Kolej Antarabangsa DMDI Melaka, Malaysia, sebagai visiting lecturer pada mata kuliah Pendidikan Multikultural Selat Melaka.

Perkuliahan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 21 mahasiswa Pascasarjana PAI IAITF Dumai. Kehadiran profesor dari institusi internasional tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara IAITF Dumai dan Kolej Antarabangsa DMDI Melaka dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan penguatan kapasitas akademik.

Dalam sesi awal perkuliahan, Prof. Abu Huzaifah memberikan pengantar akademik mengenai pentingnya memahami pendidikan multikultural dalam konteks kawasan Selat Melaka. Ia menekankan bahwa wilayah Selat Melaka sejak lama dikenal sebagai ruang pertemuan berbagai peradaban, budaya, dan tradisi keislaman yang membentuk dinamika masyarakat pesisir yang unik dan kaya akan nilai-nilai kebudayaan.

Pengantar tersebut menjadi landasan konseptual bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana pendidikan Islam dapat merespons keragaman budaya dan identitas sosial masyarakat pesisir secara inklusif dan konstruktif. Perspektif yang disampaikan juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana pendidikan agama Islam dapat berperan dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Deni Suryanto, M.Pd selaku dosen pendamping internal memberikan materi pemantik yang mengaitkan konsep pendidikan multikultural dengan distingsi akademik IAITF Dumai, khususnya dalam kajian Pendidikan Multikultural Selat Melaka. Ia menegaskan bahwa kajian ini memiliki relevansi strategis dalam memperkaya perspektif keilmuan mahasiswa pascasarjana sekaligus memperkuat identitas akademik IAITF Dumai.

Direncanakan pada pertemuan berikutnya, Prof. Dr. Abu Huzaifah B. Hashim akan kembali memberikan perkuliahan dengan pembahasan yang lebih mendalam dan spesifik terkait tema-tema utama dalam Pendidikan Multikultural Selat Melaka.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana IAITF Dumai terus memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Kehadiran dosen tamu dari luar negeri diharapkan dapat memberikan pengayaan perspektif global bagi mahasiswa serta memperkokoh posisi IAITF Dumai sebagai pusat kajian pendidikan Islam berbasis kawasan pesisir Selat Melaka.***

Written by