Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Dua mahasiswa Kampus Dumai Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Nabilah Firza dan Zahara Amiza, berhasil lolos sebagai finalis Nusantara Creative Competition (NCC) tingkat nasional tahun 2025. Keduanya melaju ke tahap final dengan karya inovatif bertema pendidikan yang akan dipresentasikan langsung di Universitas AKPRIND Indonesia, Yogyakarta, pada 5–6 Juli 2025.

Karya esai mereka yang berjudul “Inovasi Teknologi Barcode Book: Menghadirkan Sejarah Indonesia Guna Mendorong Minat Baca Generasi Z” berhasil mencuri perhatian dewan juri dan masuk dalam daftar finalis sub-tema Pendidikan dari puluhan peserta se-Indonesia. Lomba ini diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara dan Universitas AKPRIND Indonesia sebagai ajang apresiasi bagi mahasiswa berprestasi dan kreatif.

Dalam ajang tersebut, para finalis tidak hanya ditantang menulis gagasan inovatif, tetapi juga akan melakukan presentasi poster ilmiah, berinteraksi dengan juri nasional, serta mengikuti sesi field trip edukatif selama tiga hari di Yogyakarta. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IAITF Dumai mampu bersaing di kancah nasional dengan ide-ide segar yang solutif dan berlandaskan nilai-nilai akademik.
Dr. Windayani, M.Pd., selaku Wakil Rektor I IAITF Dumai, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap pencapaian ini. “Kami merasa sangat terhormat melihat mahasiswa kami menjadi finalis dalam ajang nasional yang kredibel. Ini adalah buah dari pembinaan akademik yang serius dan semangat belajar mahasiswa yang luar biasa. Semoga mereka menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi di level nasional dan internasional,” ujarnya.

Prestasi ini memperkuat citra IAITF Dumai sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam aspek keislaman, tetapi juga dalam kreativitas akademik dan inovasi pemikiran. Keikutsertaan mahasiswa dalam lomba berskala nasional seperti NCC 2025 menjadi bukti nyata bahwa kampus terunggul di pesisir Selat Melaka ini mampu menembus batas-batas geografis dan menunjukkan daya saingnya secara intelektual.

Semoga langkah Nabilah dan Zahara menjadi jalan pembuka bagi lebih banyak mahasiswa IAITF untuk menembus panggung prestasi nasional, membangun bangsa melalui pendidikan, dan menebar manfaat melalui ide-ide yang transformatif.
Nini Nursima
