IAITF KKN Lokal di “Negeri Istana”

Iaitfdumai.ac.id – Dumai – Senin, 27 Juli 2026 Hari ini genap satu minggu mahasiswa dan mahasiswi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Siak, yang dikenal sebagai Siak Sri Inderapura, atau lebih populer dengan sebutan “Negeri Istana“.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Di Kawal Oleh Ketua DPL Tengku Mahesa Khalid, M.M di dampingi beberapa dosen Dr. Neneng Desi Susanti, M,Sy, Khairul Azmi, M.E dan Tuti Syafrianti, M.pd. KKN tahun ini diikuti 31 orang mahasiswa mahasiswi yang di bagi menjadi 3 tempat Berbeda.

KKN tahun ini tersebar di 2 Kecamatan Berbeda, 1 Posko Di Kelurahan Sungai Mempura, Buantan Besar dan Rempak. KKN ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dipadukan dengan pelestarian sejarah, budaya, dan nilai-nilai Melayu. Selama berada di Kabupaten Siak, mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung maupun desa-desa.

Kabupaten Siak dipilih sebagai lokasi KKN karena merupakan salah satu pusat peradaban Melayu yang memiliki kekayaan adat istiadat, sejarah, dan warisan budaya yang sangat kuat. Di daerah ini, mahasiswa tidak hanya mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar langsung mengenai tata krama, adab, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Melayu.

Mahasiswa IAITF hadir sebagai mitra strategis pemerintah kampung dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran mereka di tanah bekas pusat Kesultanan Siak diharapkan dapat memperkuat kesadaran sejarah, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Melayu, serta ikut mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi lokal kepada masyarakat luas.

Semangat tersebut sejalan dengan kurikulum IAITF Dumai yang menempatkan Mata Kuliah Islam dan Tamadun Melayu serta Mata Kuliah Adat Istiadat Melayu sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Melalui kedua mata kuliah tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai sejarah, peradaban, nilai-nilai Islam, serta kebudayaan Melayu yang menjadi identitas masyarakat di Provinsi Riau.

Kesultanan Siak Sri Inderapura merupakan salah satu kerajaan Melayu-Islam terbesar yang pernah berjaya di Nusantara. Kerajaan ini memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban Melayu di Riau serta memberikan kontribusi besar terhadap perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.Salah satu tokoh besarnya, Sultan Syarif Kasim II, menunjukkan pengabdian luar biasa kepada bangsa dengan menyerahkan kekayaan kerajaan sebesar 13 juta Gulden kepada Presiden Soekarno pada tahun 1945 sebagai modal awal pemerintahan Republik Indonesia yang baru berdiri. Nilai tersebut diperkirakan setara dengan lebih dari Rp1 triliun pada masa kini. Atas jasa, pengorbanan, dan kecintaannya kepada bangsa Indonesia, Sultan Syarif Kasim II dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1998.

Melalui KKN di Negeri Istana ini, mahasiswa IAITF tidak hanya memperoleh pengalaman mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga memperkaya wawasan mengenai sejarah kejayaan Kesultanan Siak Sri Inderapura. Pada masa puncak kejayaannya, wilayah kekuasaan dan pengaruh Kesultanan Siak meliputi pesisir timur Sumatra, sebagian Semenanjung Malaya, Kepulauan Riau, Pulau Rupat, Pulau Karimun, serta menguasai jalur perdagangan strategis di Selat Malaka.

Diharapkan, pengalaman KKN ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, memahami sejarah bangsanya, serta menjadi pelopor dalam melestarikan nilai-nilai Islam dan budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.

Written by