Jakarta, 6 Februari 2026 — Rektor Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, melakukan pertemuan dengan Kasubdit Ketenagaan Diktis Kementerian Agama RI, Muhammad Azis Hakim, bertempat di ruang kerja Kasubdit Ketenagaan Diktis, Kantor Kementerian Agama RI Lantai 7, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, pada Jumat (6/02/2026).
Pertemuan ini membahas penguatan arah pengembangan karier dosen dan penataan administrasi tridharma sebagai fondasi akselerasi jabatan fungsional. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Azis Hakim menekankan bahwa pengembangan SDM dosen tidak boleh berhenti pada capaian Sertifikasi Dosen (Serdos) semata, melainkan perlu ditingkatkan secara berjenjang hingga Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB).


“Dosen jangan hanya selesai di Serdos. Harus ada target lanjutan—LK dan Guru Besar,” pesan Azis dalam pertemuan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa untuk skema Guru Besar, ruang regulasi bagi dosen non-PNS dinilai relatif lebih lapang. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kelapangan aturan itu tetap mensyaratkan pemenuhan angka kredit serta persyaratan wajib yang harus dipenuhi secara tertib dan terukur.
Selain itu, Azis menyoroti pentingnya Laporan Beban Kerja Dosen (LBKD) sebagai dokumen kunci dalam proses pengajuan jabatan fungsional. Menurutnya, setiap pengajuan jabatan fungsional dosen mensyaratkan lampiran LBKD 4 semester terakhir untuk menilai konsistensi aktivitas tridharma dosen sekaligus memastikan keselarasan kontribusi akademik dengan bidang ilmu yang ditekuni.
“LBKD harus betul-betul diperhatikan. Dalam pengajuan jabatan fungsional, LBKD empat semester terakhir wajib diserahkan untuk menilai konsistensi tridharma dan kesesuaian dengan bidang ilmunya,” jelas Azis.
Sementara itu, Rektor IAITF Dumai menyampaikan komitmen institusi untuk memperkuat tata kelola kinerja dosen secara lebih disiplin dan terarah. IAITF juga berupaya menyiapkan ekosistem pendukung percepatan jabatan fungsional—mulai dari penguatan budaya riset dan publikasi, pembinaan portofolio tridharma, hingga konsolidasi dokumen kinerja dosen agar lebih rapi dan mudah diverifikasi.
Pertemuan ini diharapkan menjadi penguatan langkah strategis IAITF Dumai dalam meningkatkan kualitas dan jenjang karier dosen, sekaligus mendukung peningkatan mutu institusi melalui penguatan tridharma perguruan tinggi yang konsisten dan relevan dengan kompetensi keilmuan.
Ditulis Oleh : Vini
