Iaitfdumai.ac.id – DUMAI — Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang terdepan di kawasan pesisir Selat Melaka melalui kegiatan Perkuliahan Penguatan Paradigma Keilmuan Pesisir Selat Melaka Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026 di Aula IAITF Dumai.
Kegiatan akademik ini diikuti sekitar 70 mahasiswa, baik yang hadir secara luring di aula kampus IAITF Dumai maupun yang mengikuti perkuliahan secara daring melalui skema hybrid. Antusiasme mahasiswa mencerminkan kuatnya minat terhadap pengembangan keilmuan Islam yang berakar pada konteks sosial, budaya, dan historis masyarakat pesisir Selat Melaka.

Perkuliahan menghadirkan sejumlah pemateri kunci yang merepresentasikan kekuatan akademik IAITF Dumai. Materi Wawasan Akademik IAITF Dumai disampaikan oleh Dr. Windayani, M.Pd, selaku Wakil Rektor IAITF Dumai. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa paradigma keilmuan pesisir Selat Melaka harus menjadi kerangka berpikir mahasiswa dalam pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya ilmiah.


Sementara itu, kuliah Islam dan Tamaddun Melayu disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, selaku Rektor IAITF Dumai. Ia menegaskan bahwa Pesisir Selat Melaka merupakan fondasi historis dan kultural pengembangan keilmuan Islam di Nusantara. Menurutnya, distingsi keilmuan ini menjadi kekuatan strategis kampus dalam merespons tantangan keumatan dan kebangsaan secara akademik.


Selain itu, materi Pendidikan Karakter Anti Korupsi dan Moderasi Beragama disampaikan oleh Dr. Deni Suryanto, M.Pd. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya penguatan karakter, integritas, dan moderasi beragama sebagai bagian integral dari paradigma keilmuan pesisir yang berorientasi pada kemaslahatan sosial dan pembentukan etika publik.


Adapun materi Penulisan Karya Tulis Ilmiah disampaikan oleh Dr. (Can.) Dawami, M.Ikom., yang menekankan penguatan tradisi akademik, etika ilmiah, dan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa sebagai prasyarat lahirnya intelektual Muslim yang kredibel dan berdaya saing.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan dan penunjang kelembagaan IAITF Dumai, antara lain Ketua Sistem Pengawasan Internal Hj. Lestary Fitriany, ST., ME, Direktur Indah Zalina, SH, serta tenaga kependidikan IAITF Dumai. Kehadiran mereka menegaskan dukungan institusional terhadap penguatan paradigma keilmuan pesisir Selat Melaka sebagai distingsi utama kampus.

Seluruh rangkaian perkuliahan dipandu oleh Nini Nursima, yang mengarahkan jalannya kegiatan secara sistematis, dialogis, dan akademis.
Melalui kegiatan ini, IAITF Dumai menegaskan bahwa pesisir Selat Melaka bukan sekadar ruang geografis, melainkan kerangka epistemologis dan identitas keilmuan yang menjiwai seluruh pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Paradigma ini diharapkan melahirkan lulusan IAITF Dumai yang unggul secara akademik, berakar pada kearifan lokal, serta relevan dengan tantangan global.

Penulis: Nini Nursima
