IAITF Dumai dan UiTM Melaka Perkuat Jejaring Internasional: Sinergi Tri Dharma Terbangun di UIN Suska Riau

Iaitfdumai.ac.id – Pekanbaru – Jumat, 21 November 2024, dalam upaya memperkukuh jejaring internasional dan memperluas kolaborasi Tri Dharma perguruan tinggi, Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka melakukan Academic Visit ke Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau dengan tajuk “An Academic Visit to Strengthen International Networking and Tri Dharma Collaboration in Higher Education.”

Kegiatan dimulai dengan suasana khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol penghormatan kepada nilai-nilai kebangsaan. Momentum ini sekaligus membuka ruang perbincangan akademik lintas negara yang sarat gagasan strategis.Dr. Hj. Rina Rehayati, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau, tampil memberikan sambutan pembuka. Beliau menyampaikan harapan agar kolaborasi antar-negara ini terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pengembangan keilmuan di kawasan Nusantara dan serantau.Sambutan kedua datang dari Prof. Madya Dr. Mohd Faizal P. Rameli, Ketua IPSF (Islamic Philanthropy and Social Finance) UiTM Melaka. Dalam pengantarnya, beliau memperkenalkan kiprah IPSF serta menekankan pentingnya penguatan kolaborasi riset dan program-program sosial lintas institusi. Harapannya, kerja sama ini menjadi pintu bagi inovasi dan kontribusi nyata di bidang filantropi Islam dan keuangan sosial.Mewakili IAITF Dumai, Dr. Deni Suryanto, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Selat Melaka bukan hanya jalur pelayaran, tetapi juga koridor peradaban yang harus terus dihidupkan melalui kerja sama akademik. “Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dan melahirkan intelektual-intelektual unggul dari berbagai disiplin,” ujarnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Afrizal Nur, S.TH.I, MS, Dekan II Fakultas Ushuluddin, yang menyoroti pentingnya mapping pengembangan literasi sebagai dasar penguatan ekosistem akademik. Ia menilai proyek-proyek literasi lintas negara dapat menjadi penggerak lahirnya riset kolaboratif yang berdampak luas.

Kegiatan semakin dinamis pada sesi diskusi. Dr. Dziauddin, Pensyarah Kanan UiTM Melaka, mengusulkan pengembangan matching grant antara UiTM Melaka dan UIN Suska Riau sebagai bentuk konkret sinergi riset bersama. Usulan ini disambut positif sebagai langkah progresif membangun ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan.

Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata antara IAITF Dumai, UiTM Melaka, dan UIN Suska Riau sebagai simbol persahabatan akademik dan komitmen memperkokoh kerja sama antar lembaga. Momen ini menjadi penanda eratnya hubungan ilmiah yang dibangun dan harapan akan terjalinnya program-program lanjutan di masa mendatang.

Kunjungan ini mempertegas peran institut dan universitas di kawasan Selat Melaka sebagai pusat pengembangan peradaban, ilmu pengetahuan, serta jaringan akademik internasional yang terus berkembang. Kolaborasi tiga institusi ini diharapkan melahirkan banyak inisiatif strategis yang memberi manfaat bagi dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Written by